Tampik Isu Menambah Toko Ritel di Sinjai, Andi Seto: Itu Fitnah

7/27/2021 | 18:33 WIB

Bagikan:

 

Tampik Isu Menambah Toko Ritel di Sinjai, Andi Seto: Itu Fitnah

INSTINGJURNALIS.Com--Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa atau ASA menampik jika dirinya akan mengeluarkan kebijakan terhadap pengusaha ritel di wilayahnya. ASA membantah jika spekulasi berkembang mengenai dirinya akan mengundang dan memberikan ruang untuk pengusaha ritel seperti Alfamart dan Alfamidi adalah tidak benar. 


Menepis kabar itu, Andi Seto kepada media menegaskan tidak akan memberikan memberikan ruang kepada pengusaha atau investor untuk mendirikan toko modern berjejaring atau toko ritel modern dari luar daerah.


"Itu Fitnah, ada-ada saja pihak tertentu sengaja ingin menjatuhkan, perlu dipahami bahwa kehadiran Alfamidi atau Alfamart itu tidak sesuai dengan visi-misi kami, kami tegaskan kita tidak akan membuka peluang itu, maka tidak ada lagi ritel baru yang masuk di Sinjai, apapun itu," tegas Andi Seto kepada awak media, Selasa (27/07/2021). 


Kata dia, itu dilakukan untuk membangkitkan pelaku UKM yang ada di Sinjai dalam rangka mendorong ekonomi kerakyatan sesuai visi-misi dan komitmen Pemkab Sinjai dalam pemberdayaan ekonomi lokal.


Meskipun diakui Bupati ASA, bahwa dirinya banyak mendapat tekanan dari berbagai pihak untuk pengajuan toko ritel baru, namun komitmen Bupati ASA tidak pernah surut dalam merealisasikan visi-misinya.


"Kami tetap komitmen sesuai janji politik kami untuk mendorong ekonomi kerakyatan. Ini akan kami terus galakkan agar semua masyarakat lokal Sinjai bisa membuka usaha," jelasnya.


Alumni Magister Monash University, Australia ini, berharap dengan komitmen pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang diusung sejak diawal pemerintahannya itu akan tumbuh pengusaha muda yang nantinya juga dapat membuka lapangan kerja baru.


Sekadar diketahui toko ritel berjejaring yang ada di Kabupaten Sinjai sejak tahun 2014 lalu sebanyak 6 toko ritel. Itu berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sinjai Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Pasar dan Penataan Toko Modern.


Editor: Satria



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI