Pemkab Sinjai Optimis Angka Kemiskinan Menurun jadi 7,90% di Tahun 2023

8/24/2021 | 15:01 WIB

Bagikan:

 Pemkab Sinjai Optimis Angka Kemiskinan Menurun jadi 7,90% di Tahun 2023


INSTINGJURNALIS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dibawah nahkoda Bupati Andi Seto Asapa (ASA) terus berupaya dalam menekan angka kemiskinan.


Sekaitan dengan hal itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sinjai menggelar Rapat koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sinjai Tahun 2021, Selasa (24/8/2021) di Ruang Pola Kantor Bupati.


Rapat ini dipimpin oleh Wakil Bupati Sinjai Hj. Andi Kartini Ottong yang dihadiri oleh Sekda Sinjai Akbar,  para Asisten, para Kepala OPD, Kabag, Camat, pendamping PKH serta tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang ada di Sinjai. 


Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini mengatakan bahwa perlu adanya program-program dari perangkat daerah maupun lintas sektor dalam pengentasan kemiskinan dengan sasaran pada masyarakat miskin berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 


"Dibutuhkan inovasi-inovasi dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat utamanya dalam menuntaskan kemiskinan. Mudah-mudahan dengan data yang akurat, program pengentasan kemiskinan betul-betul tepat sasaran," harapnya. 


Sementara itu Kepala Bappeda Sinjai, Irwan Suaib mengemukakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk mendengarkan program pengentasan kemiskinan dari masing-masing OPD untuk tahun anggaran 2022.


"Kita harapkan OPD punya program khusus untuk dijadikan piloct project dalam penanggulangan kemiskinan yang bisa direplikasi di desa, " katanya. 


Selain itu lanjut Irwan, sesuai arahan Pemerintah Provinsi, tahun depan diharapkan Pemkab bisa mereplikasi beberapa pilihan inovasi percontohan penanggulangan kemiskinan yang ada di daerah lain.


"Ada beberapa pilihan inovasi yang bisa kita replikasi diantaranya Laboratorium kemiskinan melalui jurus jitu pengentasan kemiskinan berkearifan lokal di Kabupaten pekalobgan, Gebrak Bimantika (Gerakan Bersama Kabupaten Bima Anti stunting, Kekurangan Gizi dan Anemia) serta inovasi Gerakan Kembali Bersekolah dari Kabupaten Bone terkait upaya perbaikan akses pelayanan dasar bidang pendidikan," sebutnya. 


Menurutnya berdasarkan data dari Badan Pusat Statisik (BPS) Sinjai angka kemiskinan tiap tahun menurun, dimana tahun 2018 sebesar 9,28 %, di tahun 2019  sebesar 9,14 %, kemudian di tahun 2020 turun menjadi 9 % dan tahun ini ditargetkan turun menjadi 8,85 %.


"Kita berharap melalui beberapa pilihan inovasi ini serta inovasi dari masing-masing OPD, kita optimis angka kemiskinan di Sinjai bisa turun menjadi 7,90 % di tahun 2023 sesuai target RPJMD," harapnya.


Editor: Satria


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI