Eksklusif, Strategi Andi Seto Asapa Mendorong Pembangunan Ekonomi untuk Masyarakat Sinjai

9/16/2021 | 13:28 WIB

Bagikan:

Satria

Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (Kiri) bersama Bupati Gowa (Kanan) di salah satu acara. 

Strategi pembangunan yang dijalankan oleh negara harus menjamin kesamaan dan keadilan yang respek terhadap serta memelihara keragaman masyarakat. Pelibatan dan pemihakan semua pihak harus menjadi konsensus tertinggi dalam setiap perumusan kebijakan yang diambil. Itulah sesungguhnya esensi paling dasar sebuah pembangunan ekonomi. 


Konsensus untuk mencapai pembangunan ekonomi khususnya di Kabupaten Sinjai butuh strategi yang tepat dan membutuhkan nurani kuat sebagai bentuk kepedulian masyarakat banyak. Namun, buat Andi Seto Asapa selaku pucuk pimpinan di Kabupaten Sinjai adalah peran aktif semua pihak dan kepercayaan publik yang harus dijaga. 


Andi Seto Asapa atau biasa disebut ASA menjabat sebagai Kepala Daerah di Sinjai pada pilkada 2018 lalu Sejatinya tugas berat sudah menanti saat dia baru dilantik. Tak lama setelah itu pandemi menghantam, makin beratlah tugas yang diemban di pundaknya.


Meski mengalami berbagai persoalan Andi Seto menegaskan peningkatan ekonomi di tengah arus pandemi dan beberapa pembatasan aktivitas harus tetap berjalan. Menurutnya, bahwa pokok pertama untuk meningkatkan perekonomian Sinjai harus diperhatikan beberapa hal, seperti pembangunan sektor industri, penyebab kurang meratanya investasi, tingkat mobilitas faktor produksi yang rendah, perbedaan sumber daya alam dan kondisi demografis wilayah. 


Permasalahan-permasalahan tersebut dapat diatasi dengan berbagai strategi, apalagi di Kabupaten Sinjai memiliki masyarakat yang mempunyai nyali berusaha dan berwira usaha yang cukup mumpuni. 


Namun, yang paling penting yang harus digaris bawahi ada beberapa strategi yang harus diterapkan, mulai strategi pengembangan fisik, strategi pengembangan dunia usaha, strategi pengembangan masyarakat (SDM) dan mempermudah ijin usaha. Dengan pelayanan yang humanis strategi-strategi tersebut minimal membantu atau salah satu rujukan bagi pemerintah daerah dalam mengatasi masalah yang ada pada persoalan-persoalan perekonomian. 


Dalam paradigma itu, perluasan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur harus lebih diutamakan dibandingkan dengan perbaikan infrastruktur itu sendiri. Karenanya, infrastruktur yang mampu berperan sebagai katalis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah jenis infrastruktur yang mampu memberikan akses secara merata terhadap masyarakat untuk mendapatkan pelayanan. Akses terhadap semua itu akan mendorong masyarakat mengembangkan kehidupan sosial ekonomi mereka.


Makanya menurutnya, selaku kepala daerah harus memberikan ruang dan mendorong kepada perangkat daerah untuk menciptakan wirausaha baru melalui inovasi dan program-program baru dan berbagai giat-giat.


"Pembangunan ekonomi dapat berjalan dengan baik dan pertumbuhan ekonomi meningkat dan tentu juga kemandirian serta pendapatan perkapita masyarakat juga meningkat ketika kita jelih melihat persoalan itu," kata Andi Seto kepada INSTINGJURNALIS.Com.


Meski saat ini peningkatan ekonomi Sinjai masih berada diangka 1,55 persen dibandingkan pertimbangan ekonomi Indonesia dan provinsi yang minus, ini menunjukkan bahwa arah kebijakan pemda dengan pembinaan UMKM menujukkan hasil yang memuaskan dan berhasil. "Dengan hasil itu kita tidak boleh berpuas diri kita akan tetap melangkah dan tentu menciptakan ekonomi yang baik demi kesejahteraan masyarakat," tambahnya. 


Dua tahun lebih menjabat sebagai kepala daerah, saat ini berbagai upaya telah dilakukan untuk peningkatan ekonomi, utamanya dalam skala pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Sinjai. Melalui pembangunan sentra industri, berupa pengolahan hasil peternakan,  sentra industri logam, dan sebelumnya sentra industri hasil perikanan. 


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI