Banjir Bandang Rendam Tiga Kecamatan di Soppeng

12/07/2021 | 09:24 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.Com--Sebanyak tiga kecamatan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, terdampak banjir bandang pada Senin (06/12/2021). Banjir terjadi setelah tiga sungai di kabupaten tersebut meluap ke permukiman warga.


Banjir yang merendam Soppeng terjadi di Kelurahan Ompo dan Desa Maccile di Kecamatan Lalabata; Desa Belo di Kecamatan Ganra; dan Desa Paddangeng di Kecamatan Donri-Donri.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Soppeng menyebutkan ketiga sungai tersebut yaitu Sungai Paddangeng, Sungai Lawo, dan Sungai Belo.


BPBD menyampaikan sebagian besar wilayah Sulsel diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu (05/12/2021) hingga hari ini.


Banjir mengakibatkan dua unit rumah beserta sejumlah barang di dalamnya terseret arus, sementara satu unit rumah bergeser. Adapun jumlah rumah yang terdampak banjir saat ini masih dalam tahap asesmen oleh tim BPBD Kabupaten Soppeng.


Kepala BPBD Kabupaten Soppeng, Sahrani, mengungkap dari seumlah desa di kecamatan tersebut terendam banjir. Yakni Kelurahan Ompo dan Maccile di Kecamatan Lalabata; Desa Belo di Kecamatan Ganra; serta Desa Paddangeng di Kecamatan Donri-donri.


"Dari laporan saat ini akibat banjir itu dua terbawa arus sungai dam satu rumah bergeser," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 6 Desember 2021.


Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan. Potensi itu diperkirakan terjadi tiga hari ke depan, 5-7 Desember 2021.


Dalam tiga hari ke depan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Sulsel bagian Barat. Meliputi daerah Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Gowa, Makassar, dan Takalar.


Selain itu juga berpotensi terjadi di wilayah Sulsel bagian Tengah, yakni Soppeng dan Sidrap, serta Sulsel bagian Utara yakni Enrekang, Luwu Luwu Utara, Luwu Timur, Toraja Utara, dan Tana Toraja.


"Banjir ini mengakibatkan Sungai Paddangeng, Sungai Lawo, dan Sungai Belo, meluap ke permukiman warga," ungkapnya. 


Pihaknya telah melakukan evakuasi masyarakat yang terdampak banjir. Selain itu, posko penanggulangan bencana telah dibuka. 


"Saat ini masyarakat membutuhkan selimut, makanan siap saji, kebutuhan bayi, air bersih, dan air minun," jelasnya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI