Soal Ayah Bonceng Jasad Bayinya, Ketua Pemuda Muhammadiyah Bone Minta Dirut RSUD Datu Pancaitana Dicopot

2/01/2022 | 20:57 WIB

Bagikan:

 

Soal Ayah Bonceng Jasad Bayinya, Ketua Pemuda Muhammadiyah Bone Minta Dirut RSUD Datu Pancaitana Dicopot


INSTINGJURNALIS.com - Seorang warga Kabupaten Sinjai terpaksa membawa pulang Jasad Bayinya hingga puluhan kilometer dengan menggunakan sepeda motor setelah dinyatakan meninggal oleh pihak RSUD Datu Pancaitana Kabupaten Bone.


Hal tersebut dilakukan karena pihak rumah RSUD Pancaitana memintaki uang Rp700.000 untuk mengantar jenazah anaknya ke Kabupaten Sinjai namun uang yang dikantongi ayah bayi tersebut tidak cukup.


Hal ini mengundang reaksi Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bone Hamsir Kawaru. Dia menilai hal tersebut merusak citra baik Pemerintah Kabupaten Bone yang dinahkodai Dr. H Andi Fahsar Mahdin Padjalangi bersama H Ambo Dalle.


Karena itu, mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lapri meminta pemerintah mengevaluasi dan memberhentikan Direktur Utama (Dirut) RSUD Pancaitana, Kabupaten Bone sebagai bentuk komitmen nawa cita yang dibagun oleh pemerintah pusat hingga ke daerah.


“Ini tentu bisa merusak citra pemerintah daerah, olehnya itu kami meminta kepada Bupati Bone agar mengevaluasi Dirut RSUD Datu Pancaitana,” ungkap Hamzir, Selasa (1/2/2022).


Menurut Hamzir Penanggungjawab mobil ambulance di RSUD Pancaitana jika terkendala dengan aturan maka bisa mengambil inisiatif dengan bicara dengan baik untuk menghubungi mobil layanan sosial lainnya diluar pemerintahan.


“Jika pihak RSUD tidak bisa karena SOP dan lainnya setidaknya dia mau dengan kerelaannya menghubungi mobil layanan sosial lainnya yang ada di Kabupaten Bone. karena masalahnya jika kejadian seperti ini dibiarkan akan berakibat fatal apalagi Bone kedepan akan menjadi rumah sakit rujukan di beberapa wilayah,” paparnya


“Baigamana bisa jadi rumah sakit rujukan daerah tetangga jika kejadian seperti ini tidak mampu di manage dengan baik, ini menandakan kegagalan pimpinan RSUD dalam memberikan pengarahan untuk melayani dengan baik, bukan berorientasi uang semata,” terangnya.


Dia Mengajak kepada semua pihak untuk menjaga nama baik Kabupaten Bone dengan berusaha memberikan yang terbaik kepada sesama masyarakat, terutama dalam hal pelayanan oleh aparat negara. (*)



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI