Berkat Bensin Mobil Ambulans Puskesmas Bulupoddo Nihil, Warga Kondisi Kritis Terabaikan Hingga Tak Terselamatkan

Mobil Ambulans Ilustrasi. (Google)

INSTINGJURNALIS.COM - 
 Lagi dan lagi, kembali warga Kabupaten Sinjai belum mendapatkan layanan yang baik dan benar dari pihak Pemerintah, hal tersebut kembali difaktakan oleh warganya sendiri.


Salah satu warga Lamatti Riattang Kabupaten Sinjai Husni (33) yang hendak mendapatkan fasilitas ambulans dari pihak Puskesmas Bulupoddo, namun tidak direalisasikan dengan alasan bahan bakar mobil (BBM) ambulans tidak mencukupi.


"Kami sangat kecewa ke pihak Pemerintah Kabupaten Sinjai, setelah keluarga kami dalam keadaan panik karena salah satu keluarga kami sakit butuh pertolongan medis dan meminta ingin difasilitasi mobil untuk menjemput keluarga kami yang sakit di rumah, pihak puskesmas membalasnya dengan wajah kecut bahwa pelayanan saat ini tidak ada dan BBM ambulans terbatas," ungkapnya, Jumat (30/12/2022).


Kemudian Husni menjelaskan sebelumnya, keluarganya bernama Dahlia (Almarhum) yang dalam kondisi sekarat mengalami gangguan pernafasan dan sangat membutuhkan pertolongan medis. Dengan jarak 1,2 kilometer dari rumahnya, Husni berinisiatif agar salah satu kerabatnya mendatangi Puskesmas Bulupoddo untuk meminjam mobil Ambulans agar menjemput Dahlia (almarhum), namun harapan itu pupus karena pihak Puskesmas Bulupoddo tidak mengabulkannya.


BACA JUGA: Waduh..!!! Kasus Rehab SMPN 2 Sinjai di Bikeru Mulai Terungkap, Diduga Ada Fee 15 Persen ke Pejabat


"Sebelumnya keluarga kami Dahlia (Almarhum) masih sempat berbicara dengan kami dengan kondisi mafas yang sesak, bahkan meminta agar diobati, karena hujan sehingga kami tidak berinisiatif memboncengnya pakai motor, maka waktu berselang  kami berharap sesegera mobil puskesmas datang menjemput namun harapan itu tidak ada," ungkapnya.


Kemudian dijelaskan, Husni hanya sanggup melapangkan dada dengan kekecewaan yang nampak diraut wajahnya dengan suara sedikit murka mengatakan bahwa seandainya sesegera mungkin keluarganya dapatkan pertolongan medis tentu keadaan bisa saja membaik.


"Yang namanya ajal sudah ditentukan, tetapi kami tahu bahwa saudara kami mengalami sesak nafas dan kolesterol tinggi dan bahkan kami lama bicara dengan Dahlia (almarhum) meminta untuk diobati. Sempat menunggu lama berharap mobil ambulans datang menjemput sanak keluarga kami, tetapi harapan itu sirna sembari berkumpul dengan keluarga lainnya tak pelak tiba tiba nyawa keluarga kami Dahlia (Almarhum) sudah tak bisa diselamatkan lagi, "ungkapnya.


Terpisah karena pelayanan kesehatan di puskesmas Bulupoddo sudah tidak menusiawi, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sinjai membenarkan bahwa penolakan pemintaan warga terkait meminjam mobil Ambulans itu benar dan anggaran operasional terbatas.


dr. Emmy sapaan akrabnya, mengaku menyayangkan sikap petugas kesehatan yang tidak memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Terlebih dengan melontarkan bahasa yang kurang berkenan dengan dalih kurangnya anggaran operasional.


BACA JUGA: Optimalkan Penerimaan PBB-P2, Bapenda Sinjai Terapkan Sistem Door to Door


"Petugas kami seharusnya tidak menyampaikan hal tersebut dan memberikan pelayanan dengan turun langsung ke rumah pasien untuk memastikan apakah pasien perlu dirujuk atau bagaimana. Itu harusnya tidak menjadi alasan untuk tidak terjun ke pasien dulu untuk melakukan pemeriksaan awal," kata dr. Emmy.


Pihaknya mengaku bakal mengevaluasi kinerja seluruh jajaran Dinkes di seluruh Puskesmas agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masyarakat.


"Tentu kami berbelasungkawa. Kedepan kami akan melakukan pembinaan kepada seluruh pelayanan di Puskesmas. Mudah-mudahan kedepan kejadian ini menjadi pembelajaran buat kita semua," jelasnya. (Satria)

Bagikan :
RajaBackLink.com