TSMpGUd8BUMoGUMoTSO6TSM7Ti==

Soal Oknum Guru Mobilisasi Siswanya, Bawaslu Sinjai: Jika Terbukti Ada Pelanggaran Pasti Diproses, Tidak Menunggu Lama

 


INSTINGJURNALIS.COM  [ADS]     -  Terendus kabar jika salah satu oknum Guru MAN 1 Sinjai memobilisasi peserta didiknya untuk kepentingan politik yang terkesan mengarahkan hampir semua peserta didiknya ke salah satu caleg DPRD kabupaten Sinjai. 


Dugaan memobilisasi untuk kepentingan politik itu kini ditanggapi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sinjai.


Ketua Bawaslu Sinjai, Muh. Arsal Arifin, tegas menyatakan bahwa setelah adanya informasi terkait dugaan oknum guru MAN 1 Sinjai tersebut pihaknya langsung bersikap dan melakukan langkah awal penelusuran informasi tersebut.


"Kami tegas dalam bersikap dan tidak ada toleransi jika terbukti melakukan pelanggaran pemilu sesuai undang-undang, dan terkait ini oknum guru MAN 1 kami akan melakukan penelusuran informasi yang kami dapatkan dan teman teman harap menunggu proses selanjutnya. Intinya bagi pelanggar diproses tahapan Pemilu ini Bawaslu tegas apalagi ini lembaga pendidikan dan anggota kami sudah mendatangi pihak terduga terlapor," tegas Arsal kepada awak media.


Sebelumnya dugaan mobilisasi pelajar oleh salah seorang oknum Guru di Sinjai mendapatkan sorotan pedas dalam salah satu pemerhati sosial politik.


Amar mengecam keras dan meminta agar Panwaslu Kabupaten guna perketat pengawasan dan lakukan evaluasi kontrol terhadap kondisi perpolitikan di Sinjai dimana terdapat langkah terang terangan oleh oknum Guru MAN 1 Sinjai utara diduga mengarahkan siswanya untuk mendukung salah satu caleg DPRD Kabupaten Sinjai dari salah satu caleg partai.


Menurut Amar giat yang dilakukan di fasilitas pendidikan atau peserta didik dapat membahayakan kepentingan siswa, guru, dan orang tua. Siswa, guru, dan warga sekolah akan sangat rentan dimobilisasi sebagai tim kampanye atau tim sukses para kandidat.


“Siswa, guru, dan warga sekolah akan sangat rentan dimobilisasi sebagai tim kampanye atau tim sukses para kandidat. Ini bukan pendidikan politik melainkan mobilisasi politik yang akan berdampak buruk,” ujarnya, Jumat (29/12)




BACA BERITA LAINNYA DISINI 

SIMAK BERITA & ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS   

ATAU BERLANGGANAN DI TELEGRAM

Komentar0