INSTINGJURNALIS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Tuberkulosis (TBC) Tingkat Kabupaten Sinjai yang diikuti oleh penanggung jawab program TBC puskesmas dan rumah sakit serta petugas laboratorium rujukan pemeriksaan TCM.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, didampingi oleh Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).
Dalam sambutannya, Andi Jefrianto Asapa menyampaikan bahwa tuberkulosis masih menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian dan komitmen bersama. Pemerintah telah menetapkan target eliminasi TBC pada tahun 2030, sehingga diperlukan penguatan strategi penanggulangan mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.
Berdasarkan hasil evaluasi program TBC Kabupaten Sinjai hingga 15 Juni 2026, capaian penemuan suspek dan kasus TBC masih memerlukan peningkatan. Dari estimasi 6.631 suspek TBC, baru ditemukan dan dilaporkan sebanyak 2.358 suspek atau 36 persen. Sementara itu, dari estimasi 1.228 kasus TBC, baru ditemukan sebanyak 232 kasus atau sekitar 19 persen.
Selain itu, angka keberhasilan pengobatan TBC tahun 2025 tercatat sebesar 66,3 persen sehingga perlu terus ditingkatkan agar seluruh pasien dapat menyelesaikan pengobatan hingga sembuh.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan menegaskan bahwa keberhasilan program TBC tidak hanya bergantung pada ketersediaan obat, tetapi juga pada kualitas proses mulai dari penemuan kasus, pemeriksaan laboratorium, pengobatan hingga pemantauan pasien secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa program TBC merupakan tanggung jawab bersama seluruh jajaran kesehatan dan lintas sektor.
Melalui pertemuan ini, peserta diharapkan dapat melakukan evaluasi capaian program, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta menyusun langkah perbaikan yang nyata dan terukur. Beberapa fokus yang menjadi perhatian bersama antara lain peningkatan penemuan kasus secara aktif, penguatan kualitas pemeriksaan spesimen, optimalisasi peran laboratorium, penguatan pencatatan dan pelaporan, serta peningkatan keberhasilan pengobatan pasien TBC.
“Keberhasilan eliminasi TBC di Kabupaten Sinjai sangat bergantung pada komitmen kita bersama. Setiap kasus yang ditemukan lebih awal, setiap pasien yang berhasil disembuhkan, dan setiap penularan yang dapat dicegah merupakan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat Sinjai yang lebih sehat,” ujar Andi Jefrianto Asapa.
Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kualitas pelayanan, kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Tuberkulosis Tingkat Kabupaten Sinjai diharapkan dapat memperkuat upaya percepatan pencapaian target eliminasi TBC tahun 2030 di Kabupaten Sinjai.
Editor : INSTING JURNALIS
- SIMAK BERITA & ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
- BERLANGGANAN DI CHANNEL WHATSAPP

Komentar0