TSMpGUd8BUMoGUMoTSO6TSM7Ti==

Pemkab Sinjai Launching Gerakan Serentak Tracing TBC di Kelurahan Bongki


INSTINGJURNALIS.COM
, SINJAI,
 – Pemerintah Kabupaten Sinjai memperkuat upaya percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui gerakan penemuan kasus secara aktif di tengah masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk memutus mata rantai penularan sekaligus memastikan penderita mendapatkan pengobatan hingga sembuh.


Komitmen tersebut ditandai dengan Launching Penemuan Tuberkulosis Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis Tingkat Kabupaten Sinjai yang dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, di Aula Pertemuan Kantor Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Senin (7/9/2026).


Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Kahar Anies, mengungkapkan bahwa TBC masih menjadi salah satu persoalan kesehatan serius, baik secara global maupun di Indonesia.


Mengacu pada Global TB Report 2025, Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 1.080.000 kasus TBC. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan estimasi kasus TBC tertinggi kedua di dunia setelah India. Sementara kematian akibat TBC di Indonesia diperkirakan mencapai 126.000 kasus per tahun.


"Di Kabupaten Sinjai, berdasarkan data Program TBC periode Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 4.100 orang terduga atau suspek TBC telah menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, ditemukan 371 kasus TBC,"  ujarnya.


Ia menjelaskan, penemuan kasus menjadi salah satu langkah penting dalam percepatan eliminasi TBC. Upaya tersebut dilakukan melalui skrining dan deteksi dini untuk mengidentifikasi faktor risiko maupun kasus TBC di tengah masyarakat.


Dia menambahkan, skrining dan deteksi dini yang dilakukan secara cepat dan tepat diharapkan mampu menemukan terduga maupun penderita TBC lebih awal. Dengan demikian, pengobatan dapat segera diberikan sehingga risiko keterlambatan penanganan dan penularan di lingkungan keluarga maupun komunitas dapat ditekan.


Dalam kesempatan tersebut, Sekda Andi Jefrianto menegaskan bahwa penanggulangan TBC tidak cukup hanya mengandalkan masyarakat yang datang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemerintah bersama jajaran Puskesmas harus turun langsung mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.


“Keberhasilan penanggulangan TB tidak hanya cukup dengan menunggu masyarakat datang ke Puskesmas. Tapi kita berharap teman-teman Puskesmas melalui instruksi dari Dinas Kesehatan datangi tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh pejabat wilayah setempat,” ujar Andi Jefrianto.


Menurutnya, TBC bukan semata-mata persoalan kesehatan individu, tetapi berkaitan erat dengan keluarga, kondisi sosial, produktivitas, hingga pembangunan manusia.


Seseorang yang menderita TBC dan belum ditemukan serta belum mendapatkan pengobatan, kata dia, tidak hanya berisiko terhadap dirinya sendiri, tetapi juga berpotensi menularkan penyakit kepada orang-orang di sekitarnya.


“Karena itu kita harus hadir lebih dekat kepada masyarakat. Kita harus menemukan kasus secara aktif. Kita harus memastikan mereka mendapatkan pengobatan, dan kita harus memastikan mereka menyelesaikan pengobatan sampai sembuh,” tegasnya.


Kegiatan launching tersebut turut dihadiri sejumlah perangkat daerah, Camat Sinjai Utara, para lurah, serta Tim Penggerak PKK, Kepala Puskesmas Balangnipa.


Editor   : INSTING JURNALIS



- SIMAK BERITA & ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS   

- BERLANGGANAN DI CHANNEL WHATSAPP 

Komentar0

Type above and press Enter to search.