INSTINGJURNALIS.com, SINJAI - Meski kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) masih kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian (TPP) namun produksi pertanian di Bumi Panrita Kitta tiap tahun mengalami suplus.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sinjai Dra. Hj. ST Marwatiah mengatakan, penyuluh mempunyai binaannya masing-masing. Idealnya, satu penyuluh bekerja mengawasi dan memberi edukasi terhadap petani di satu desa saja.
Jika menyesuaikan kebutuhan, setidaknya satu desa/kelurahan ada satu penyuluh.
"Di daerah kita ada 80 desa/kelurahan namun kita hanya memiliki 70 orang penyuluh sehingga kita masih kekurangan," katanya pada acara Pertemuan Paripurna Penyuluh Pertanian Se-Kabupaten Sinjai di Gedung Wisma Hawai Sinjai, Selasa (5/12/2017) lalu
Marwatiah menjelaskan dari 70 orang penyuluh tersebut terdiri dari 56 orang PNS, 3 orang CPNS dan selebihnya masih berstatus tenaga harian lepas dan tenaga sukarela yang tidak memiliki gaji atau upah kerja.
Lebih lanjut dikatakan, keberadaan penyuluh pertanian sangat penting untuk transfer teknologi kepada kelompok tani. Langkah itu akan efektif dilakukan melalui para penyuluh sebagai pendamping petani di lapangan.
“Penyuluh ini penting karena merupakan perpanjangan tangan dinas, terutama mengatasi masalah di lapangan,” tandasnya
Meski kekurangan tenaga penyuluh, tahun ke tahun petani di Kabupaten Sinjai tetap menjadi daerah lumbung pangan di Provinsi Sulsel. Keberhasilan ini, lanjutnya berkat kerja keras tenaga penyuluh, kelompok tani, pemerintah daerah, TNI dan stakeholder lainnya
Editor : Dimas
