Manuver Jelang Munas Golkar Memanas

07 July 2019 | 21:18 WIB

Bagikan:
Manuver Jelang Munas Golkar Memanas
Bendera Golkar
INSTINGJURNALIS.com - Ribut-ribut soal kampus S2 tempat Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo alias Bamsoet memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) terus berlanjut. Bamsoet yang juga menjabat Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar jadi makin sering membuka suara kepada awak media untuk menyampaikan klarifikasi.

Persoalan ini bermula saat salah satu kader Partai Golkar DKI Jakarta, Agus Harta mempertanyakan gelar MBA yang diperoleh Bamsoet lantaran Institut Manajemen Newport Indonesia (IMNI) sudah tutup sejak 2011. Ia menuding gelar yang diperoleh Bamsoet dari kampus abal-abal.

Menanggapi tudingan tersebut, Bamsoet menyatakan tidak terima dan berencana melaporkan Agus Harta ke kepolisian. Bamsoet menyampaikan itu usai bertemu dengan Parlemen Libya di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019).

"Karena ada statement itu, saya persilahkan pada kawan-kawan alumni IMNI untuk melakukan langkah-langkah hukum terhadap orang yang menista institusi kami," kata Bamsoet.

Terpisah, Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi menilai isu terkait gelar MBA Bamsoet digulirkan sebagai bentuk manuver politik jelang Munas Partai Golkar.

Apalagi, kata dia, Bamsoet sudah menyatakan diri bakal maju dalam pemilihan ketua umum partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Tapi manuver seperti itu enggak bagus. [Seharusnya] dalam bagian proses kompetisi politik itu jangan terlalu memakai pendekatan yang terlalu personal. Apalagi pendekatan yang ad hominem," kata Burhan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/7/2019).

Burhan mengatakan akan lebih baik jika perdebatan politik dibawa ke arah lebih visioner, yang mengulas gagasan dan program yang ditawarkan untuk Partai Golkar.

"Karena kalau misalnya masuk ke wilayah personal, siapa pun yang menang dan kalah pasti ada yang terluka. Dan itu buruk untuk kepentingan partai Golkar," pungkasnya. (sumber: tirto.id)

Editor : Satria
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI