Kasihan! Petugas Kesehatan di Mannanti Alami Tindakan Kekerasan Dari Pasien Saat Hendak Berikan Pertolongan

28 August 2019 | 23:05 WIB

Bagikan:
Kasihan! Petugas Kesehatan di Mannanti Alami Tindakan Kekerasan Dari Pasien Saat Hendak Berikan Pertolongan
Foto petugas kesehatan (korban) 

INSTINGJURNALIS.com - Seorang petugas kesehatan di Puskesmas Mannanti, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai diduga mendapat tindakan kekerasan dari salah seorang pasien.

Bukan tanpa sebab, Aspun yang saat itu bertugas dan ingin memberikan pertolongan kepada pasien, justru ia dipukul. Akibatnya, dia mengalami luka memar pada bagian pipi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh kejadian itu terjadi pada Rabu (28/8/2019) petang. Pasien (pelaku) yang datang untuk mendapatkan perawatan medis setelah mengalami kecelakaan diduga mabuk sehingga 'kalap' lalu menghantam petugas kesehatan.

"Saat itu, ada pasien dijemput oleh Tim PSC setiba di Puskemas seperti biasanya pak Aspun yang lagi jaga langsung menjemput pasien lalu tiba-tiba ditempeleng (dipukul) oleh pasien sehingga mengalami luka di pipinya," ujar salah seorang petugas yang enggan disebutkan namanya.

Sementara riak yang beredar orang tersebut (Pelaku) memang merasa diri alias jago. "Jadi menempelengki karena mengkin mau dibilang dia jago, meskipun tanpa sebab dan tidak memilih siapa yang dia tempeleng," katanya.

Ia berharap, kejadian ini tak terulang lagi. Apalagi perlakukan yang tidak pantas dialamatkan kepada petugas kesehatan. Meski begitu, sebagai petugas pihak Puskesmas tetap memberikan pertolongan kepada si sang pasien.

Kepala Puskesmas Mannanti, Muhtar saat dikonfirmasi membenarkan dugaan tindakan kekerasan yang dialami oleh salah seorang petugas kesehatan tersebut.

"Saya baru tahu setelah anggota memposting di grup. Pertama korban memaklumi karena pasien diduga mabuk. Sempatji juga pergi merujuk lagi sudahnya dipukul, tapi luka itu makin besar sehingga dokter bilang jangan dibiarkan begitu, akhirnya si korban di visum," ungkapnya.

Muhtar yang turut prihatin atas insiden yang menimpah anggotanya itu saat menjalankan tugas, juga mengaku telah mengarahkan untuk melaporkan hal itu ke kantor Polisi.

"Tadi sudah saya arahkan anggota untuk temani korban melapor di Polisi, karena si pasien sudah kalap, sehingga waktu itu sembarang mau dipukul dan tidak ada petugas yang berani mendekat," katanya.

Meski insiden dugaan kekerasan yang dialami anggotanya, namun kata Muhtar, pihaknya telah memberikan pertolongan kepada pasien (korban)

"Sudah dijahit kepalanya pasien. Menurut kabar terahir dia sudah di kantor polisi. Asbun (korban) sudah datang juga melapor di kantor polisi," lanjut Muhtar.

Dari insiden itu, tambah Muhtar, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Camat termasuk Kapolsek agar kejadian ini ditindaklanjuti. Itu agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dikalangan petugas kesehatan khususnya di Puskesmas Mannannti.

"Sudah kita koordinasikan semua, karena jangan sampai kejadian seperti ini terulang, dan kami berharap juga ada pihak keamanan lebih lanjut, karena kita petugas kesehatan juga perlu keamanan, jangan sampai kita yang  mau menolong justru kita yang mendapat hal-hal yang kita tidak inginkan," pungkas Muhtar.

(Ardy)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI