Potret TPI Lappa, Bau dan Jorok, Warga : Masih Butuh Perhatian Pemerintah!

12/28/2019 | 22:25 WIB

Bagikan:
Potret TPI Lappa, Bau dan Jorok, Warga : Masih Butuh Perhatian Pemerintah!

INSTINGJURNALIS.com - Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai menjadi "surga" bagi mereka yang menggemari kuliner ikan.

Pasalnya, sejak setiap malam harinya, TPI Lappa yang merupakan penghasil Pajak Asli Daerah (PAD) itu sudah menggeliat. Warga dari berbagai daerah pun kerap berkunjung untuk menikmati segarnya ikan hasil tangkapan para nelayan.

Hanya saja, masih banyak yang harus diperbaiki antara lain pelataran TPI tersebut. Sebab, pemandangan nampak jorok, becek dan kotor ketika para pedagang sudah beraktivitas di lokasi itu.

Bahkan, bau tak sedap terkadang menggorogoti pengunjung. Ditambah lagi, saat musim hujan datang.

Salah seorang pengunjung Adam, mengatakan, tempat yang dikenal sebagai penghasil PAD tertinggi ini, namun sayangnya, nampak pemandangan becek dan kotor ketika musim hujan.

Olehnya dia berharap, perhatian dan solusi dari Pemerintah Daerah untuk kembali melakukan pembenahan. Khususnya pelataran TPI Lappa.

"Pelataran TPI Lappa seharusnya di renovasi kembali. Khususnya dari  pelataran supaya agar bisa terlihat higienis," ujarnya saat berkunjung di lokasi TPI Lappa, Sabtu, (28/12/2019) malam.

"Ketika musim hujan, maka pemandangan becek dan kotor terlihat," sambungnya.

Sebagai warga Sinjai, kata Adam, dirinya hanya menyampaikan harapan yang besar, agar hal itu bisa juga menjadi perhatian pemerintah.

Apalagi, menurutnya, TPI tersebut bukan hanya warga Sinjai yang berkunjung. Namun, warga dari Kabupaten tetangga terkadang menjajaki tempat itu.

"Pemda Sinjai agar sedikit memperhatikan dan dapat membenahi pelataran tersebut. Kan tidak enak kalau warga dari Kabupaten tetangga yang datang lalu mengeluhkan tempatnya yang tidak higienis," katanya berharap.

Senada dengan Adam. Warga lainnya Sitti Hasna, berujar, dalam hal kebersihan TPI Lappa terdapat satu orang yang ditugaskan untuk melakukan pembersihan. Hanya saja, mengeluh lantaran porsi kerja tidak sesuai dengan upah kerja.

"Ada yang ditugaskan untuk membersihkan, tapi biasa mengeluh karena tidak sesuai dengan upah kerja. Juga penerangan di wilayah TPI kerap mati," ujarnya.

(Sar)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI