Bupati Pastikan Kasus Impor Corona di Sinjai

5/01/2020 | 14:33 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.com -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, mengonfirmasi di awal Mei 2020 Bumi Panrita Kitta sebutan daerah Kabupaten Sinjai telah memiliki kasus virus Corona (Covid-19).

Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), menyampaikan terdapat tujuh kasus corona, enam diantaranya warga Sinjai yang baru kembali dari Pesantren Al Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur dua pekan lalu.

Kendati demikian, ASA memastikan kasus Corona yang saat ini menjadi buah bibir masyarakat Sinjai adalah kasus corona impor.

Sebab dalam riwayat perjalannya, ke enam orang yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) tersebut pada 16 April masuk ke Sulsel melalui bandara internasional Sultan Hasanuddin telah dilakukan pemeriksaan rapid test.

Dari pemeriksaan rapid test itu, ada beberapa orang dari asal yang sama (Ponpes) dinyatakan positif, namun keenam orang tersebut dinyatakan negatif sehingga diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan ke Sinjai.

“Sudah di rapid test di Makassar tapi negatif dan Kebijakan Provinsi dilepaskan untuk melanjutkan perjalanan”, kata ASA didampingi Wabup Sinjai, Hj Andi Kartini Ottong, pada press conference gugus tugas penanganan Covid-19 di Hotel Sinjai, Jumat siang (1/5/2020)

Setelah sampai di Sinjai, kembali dilakukan rapid test. Delapan hari kemudian keluar hasil bahwa dua dari enam orang tersebut positif. Tidak sampai disitu, petugas kembali melakukan tes swab untuk memastikan rapid test sebelumnya lalu dikirim ke Provinsi dan hasilnya mengejutkan.

“Enam hari setelahnya kita ambil swabnya lalu dikirim ke provinsi dan hasilnya keluar kalau keenamnya positif”, sambungnya.

Sementara satu diantaranya, yang diketahui asal Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone yang berdomisili di Makassar sebelumnya telah memeriksakan diri ke Bone tapi belum puas sehingga dengan sukarela datang ke RSUD untuk diperiksa.

Apalagi saat itu, lanjut ASA memang ada gejala seperti demam tinggi dan flu. Dan akhirnya di rawat di RSUD dengan status Pasien dalam pengawasan (PDP).

“Jadi ini kasus dari luar yang terbawa ke Kabupaten Sinjai atau biasanya disebut case from outside“, jelasnya.

Kini Kabupaten Sinjai beralih status dari Hijau menjadi Zona Merah, menyusul temuan kasus corona tersebut. (*)

Editor : Satria
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI