Angka Putus Sekolah di Bone Capai 53 Ribu, Disdik Sebut karena Faktor Ekonomi

8/29/2020 | 13:48 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Pemerintah Kabupaten Bone nampaknya masih punya tanggung jawab besar, ribuan masyarakatnya belum terpenuhi haknya untuk memperoleh pendidikan. Data terakhir Dinas Pendidikan mencatat sebanyak 52.976 anak usia 7-24 belum mengenyam akses dunia pendidikan formal selayaknya.

Angka anak kurang beruntung tersebut cukup memperihatinkan. Sebab sebagai salah satu hak dasar, pendidikan berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Nyatanya, sebanyak 52.976 anak harus berhenti mengenyam dunia pendidikan. Dengan rincian terdapat 5.031 anak sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan formal atau tidak pernah sekolah. Sementara putus sekolah karena berhenti antara jenjang atau tidak melanjutkan pendidikanya ke jenjang lebih tinggi mencapai 45.172, hal itu juga menimpah 2.773 anak yang harus gagal atau berhenti mengenyam pendidikan formal atau tidak menamatkan jenjang sekolahnya.

"Sementara angka putus sekolah untuk anak 7-15 tahun, tercatat sebanyak 5.673 orang, dengan angka putus sekolah terbesar di Kecamatan Dua Boccoe yang mencapai 3.816 jiwa," kata Nursalam, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Jumat (28/08/2020).

Nursalam menyebutkan, berbagai faktor yang menyebabakan tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Bone, yakni, mindset berfikir orang tua yang tidak mengerti tentang dunia pendidikan, "Penyebab anak putus sekolah disebabkan masih ada orang tua yang selalu perpendapat bahwah bersekolah itu untuk jadi pegawai, sehingga dia menganggap sekolah itu tidak perlu," imbuhnya.

Lebih jauh, Nursalam mengatakan kedua faktor internal, di mana orang tua yang bercerai yang menyebabkan anaknya terlantar dan terakhir faktor biaya. "Namun faktor biaya kecil presentasenya terhadap anak putus sekolah," ujarnya.

Olehnya, kata Nursalam salah satu cara menekan angka putus sekolah ini, melakukan program gerakan kembali masuk sekolah (GARLIMAS) dengan mencari dan mengajak siswa untuk kembali masuk ke dunia pendidikan.

(Fah)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI