Di Tengah Krisis Ekonomi, Anggota DPRD Bone Berbondong-bondong ke Bali

8/12/2020 | 20:46 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Tanah Air Indonesia pada akhirnya menyerah dengan situasi ekonomi saat Pandemi Covid-19, sehingga mengumumkan telah memasuki masa resesi ekonomi. Ini pun dapat dilihat dalam data dari data Badan Pusat Statistik (BPS), menyebut pertumbuhan ekonomi di Kuartal II Tahun 2020 sudah minus 5,32 persen.

Hanya saja, ditengah krisis ekonomi yang dialami bangsa ini, anggota DPRD Kabupaten Bone sibuk berfoya-foya dengan melakukan bimbingan teknik (Bimtek) ke Bali, tak tanggung-tanggung sebanyak 37 'watchdog' sebutan lembaga legislasi melakukan kunjungan dan mengantongi uang 'saku' senilai 4,5 juta per kepala.

"Bimtek dilakukan jelang penyusuan APBD 2021, rombongan berangkat ke Bali sejak Minggu 9 Agustus kemarin, dan akan kembali besok," kata Abu Bakar Sekwan DPRD Bone.

Ditengah krisis ekonomi yang dialami dan bersiap untuk melakukan langkah extraordinary untuk mendorong pemulihan ekonomi kuartal tiga dan empat 2020, akibat efek domino Covid-19. Anggota DPRD Bone justru mempertontonkan kebijakan yang kontraks dan mengundang sorotan dari publik.

Hal itu jelas mengundang kritikan dari sejumlah kalangan, salah satunya aktivis ekonomi Kabupaten Bone, Muhammad Nurwan Tifta mengatakan ditengah resesi yang dialami bangsa ini, anggota dewan yang diharapkan menjadi tameng dan mengambil langkah-langkah yang tepat, justru memperlihatkan perilaku pemborosan. 

"Ditengah kebingungan masyarakat ini harus ditangkap dan dipahami segera, supaya bisa dengan tepat dalam mengambil langkah-langkah. Karena Krisis dan resesi ekonomi bukan sekedar hitungan ekonomi makro tapi dampak bagi masyarakat yang terimbas dengan krisis yang diprediksi akan berlanjut hingga akhir tahun 2020," kata Aktivis milenial itu.

Selain itu, kata Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bone itu, Bimtek DPRD Bone yang dilakukan di Bali itu hanya akan menghabiskan anggara apalagi di tengah resesi akibat pademi Covid-19. Menurutnya, akibat resesi ekonomi yang dialami, jika tidak ditangani segera akan menyebabkan jumlah pengangguran meningkat dan daya beli masyarakat akan menurun.

"Ini jelas menimbulkan pertanyaan, ditengan kondisi ekonomi sedang krisis anggota DPRD Bone justru menghamburkan anggaran ratusan juta hanya bimtek di luar, padahal itu bisa dilakukan di Sulsel," lanjut Muhammad Nurwan Tifta.

Senada disampaikan, Ali Yusran, S.Sos, M, Si mengatakan kunjungan anggota DPRD Bone ke Bali dengan dalih bimtek merupakan pembenaran untuk menghabiskan anggaran. Kata dia, ditengah krisis ekonomi yang dialami, justru dia mempertontonkan krisis moral. "Apa kalau bukan krisis moral?, saat ekonomi lagi terjun ke minus 5 persen, gerombolan legislatif sibuk ke bimtek ke bali," aktivis sosial itu.

Menurutnya, bimtek itu justru memperlihatkan kesan seremonial belaka, sebab, selama ini hasil kunker yang dilakukan DPRD Bone tidak memberikan dampak terhadap masyarakat, bahkan kebijakan yang dikeluarkan oleh anggota DPRD Bone cenderung hanya kepentingan kelompok.

(Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI