Harga Elpigi Melambung, Aktivis Minta Direksi Pertamina Regional VII Dicopot

9/11/2020 | 23:16 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Mahalnya harga tabung gas di Kabupaten Sinjai membuat sejumlah kalangan berteriak. Bahkan, pertamina diklaim tidak menjalankan tugas pokoknya.

Sekjen GSM (Gerakan Sinjai Muda), Ardiansyah Mappigau mengatakan melambungnya harga tabung gas disebabkan, pertamina tidak menjalankan fungsinya sebagai regulator dan pengendali distribusi.

"Untuk itu kami menilai General Manager regional tidak becus dalam mengontrol arus distribusi dan melakukan pengawasan kepada mitranya seperti SPBG, Agen, hingga pangkalan sehingga distribusi tidak tepat sasaran," kata Ardiansyah.

Menurutnya, berdasarkan Permen ESDM No. 26 tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG.

Kata dia, hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Dirjen Migas beberapa waktu lalu mengatakan, secara prinsip, pemerintah yang terdiri dari berbagai sektor terkait Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, BPH Migas dan DPR, telah menyetujui sistem distribusi tepat sasaran LPG 3 Kg, di mana subsidi bukan diberikan pada produknya, melainkan pada penerima yang berhak.

"Untuk itu karena ketidakbecusan pengambilan kebijakan di internal pertamina yang mana lemah mengontrol dan menindak tegas SPBG, Agen, dan Pangkalan yang menjadi mitra pihak ketiga dari Pertamina itu sendiri," kata Aktivis muda tersebut.

Pihaknya berpendapat, bahwa melambungnya harga disinyalir kuat, karena adanya kesalahan pola distribusi, di mana konsumen yang seharusnya tidak boleh menggunakan LPG 3 kg dan itu terjadi di tingkat Agen dan pangkalan.

"Nah kontrol pangkalan ada di bawah kendali agen, agen adalah mitra pihak pertamina itu sendiri, maka dari itu atas masalah yang berlarut-larut ini dan tidak pernah selesai,"

Lebih jauh, kata dia, "Seharusnya pihak pertamina menindak para mitra penyalurnya yang tidak sesuai regulasi dan ketentuan aturan maka sebagai wujud pertanggungjawaban, maka General Manager Regional VII arus mundur dan di copot karena di anggap tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut," tambahnya.

Terakhir pihaknya, "Akan serius mengadvokasi hal Ini, dan bila tuntutan tersebut tidak disikapi dan mendapat respon, maka kami dari GSM (Gerakan Sinjai Muda), akan mengagendakan untuk melakukan demontrasi besar-besaran di kantor pertamina regional 7 dan menuntut agar GM Regional 7 untuk mundur dan copot dari jabatannya, beserta jajarannya, serta mendesak menteri BUMN dan direksi Pertamina untuk serius menangani ini," tutupnya.

(Satria)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI