INSTINGJURNALIS.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam pengelolaan Posyandu, Selasa (28/04/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Wisma Sanjaya, Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Sinjai Utara.
Bimtek tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Sinjai, Rozalina Andi Mahyanto, sejumlah kepala OPD, para kepala puskesmas, serta pembina Posyandu tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan di tingkat dasar.
“Saya menyambut baik dan sangat mengapresiasi pelaksanaan bimbingan teknis ini. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh jajaran pemerintahan dapat memfasilitasi peningkatan cakupan dan jangkauan Integrasi Layanan Primer (ILP),” ujarnya.
Andi Jefrianto yang juga merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sinjai ini menjelaskan bahwa ILP merupakan strategi transformasi sistem kesehatan yang berfokus pada penguatan layanan kesehatan di tingkat primer.
Posyandu ILP sendiri menjadi bagian penting dari transformasi tersebut dengan menitikberatkan pada tiga aspek utama.
“Transformasi ini berfokus pada penerapan siklus hidup, mulai dari ibu hamil hingga lansia, integrasi layanan, serta penguatan pemantauan wilayah melalui digitalisasi dan dashboard situasi kesehatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung optimalisasi layanan Posyandu.
Menurutnya, Tim Pembina Posyandu memiliki peran strategis sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, hingga pembina dalam meningkatkan kualitas layanan di semua tingkatan.
“Tim ini juga berperan dalam menggerakkan Posyandu melalui sinergitas enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya pada bidang kesehatan yang difokuskan pada integrasi layanan primer untuk semua siklus hidup,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya menggerakkan masyarakat agar aktif datang ke Posyandu sehingga tidak ada lagi sasaran layanan yang terlewat.
“Melalui integrasi layanan kesehatan primer yang didukung kader kesehatan, kita optimistis dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat hingga berdampak pada produktivitas pembangunan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sekda berharap para peserta dapat memahami peran masing-masing dalam pengelolaan Posyandu serta menyamakan persepsi terkait penerapan ILP di wilayahnya.
“Diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik hingga selesai, serta menyusun rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di wilayah masing-masing,” tutupnya.
Editor : INSTING JURNALIS
- SIMAK BERITA & ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
- BERLANGGANAN DI CHANNEL WHATSAPP

Komentar0