Kurung Waktu 2 Tahun, 13 Ribu Sapi di Sinjai Terdaftar Program Inseminasi Buatan

11/30/2020 | 20:42 WIB

Bagikan:

 Kurung Waktu 2 Tahun, 13 Ribu Sapi di Sinjai Terdaftar Program Inseminasi Buatan

INSTINGJURNALIS.com - Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) terus menggenjot program gemilang di sektor peternakan. Dalam dua tahun terakhir, sekitar 13 ribu ekor sapi telah mengikuti progam Inseminasi Buatan (IB).


Pemkab Sinjai melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) setempat, menjalankan program Inseminasi Buatan Plus. Program ini merupakan metode pengembangbiakan ternak sapi dengan cara memasukkan spermatozoa ke dalam saluran kelamin sapi betina.


Sehingga pedet atau anak sapi yang dihasilkan bukan lagi sapi lokal. Melainkan pedet yang lebih berkualitas, seperti sapi jenis limosin dan simental.


Pada tahun 2019, jumlah sapi yang diinseminasi buatan mencapai 6 ribu ekor. Sementara tahun ini sudah tembus 7 ribu ekor sapi.


"Jadi total keselurahan sudah 13 ribu ekor sapi dimasukkan IB sejak, Pak Asa memimpin Sinjai, dilakukan oleh puluhan petugas inseminator di delapan kecamatan," jelas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai, Aminuddin Zainuddin.


Selain itu, program IB-Plus juga didukung asuransi ternak sapi. Hal itu dilakukan agar peternak tidak khawatir apabila ternaknya mati akibat melahirkan. 


Termasuk jika sapi mereka hilang. Pihak asuransi akan membayar klaim untuk mengurangi risiko kerugian peternak. "Peternak juga tidak dibebani membayar premi karena sudah disubsidi oleh Pemerintah Daerah, artinya asuransi ini gratis untuk peternak," bebernya.


Oleh karena itu, Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa optimis bisa menjadikan Sinjai sebagai sentra peternakan di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Untuk mendukung gagasan cemerlang itu, ASA telah menetapkan empat kecamatan sebagai kawasan peternakan sapi potong. 


Empat kecamatan itu masing-masing Kecamatan Tellu Limpoe, Sinjai Timur, Sinjai Borong, dan Kecamatan Sinjai Selatan. Selain itu, ASA juga telah merencanakan pembangunan rumah pemotongan hewan berstandar internasional dan sentra pengolahan daging di Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan.


"Ini semua kami lakukan agar bisa menggairahkan perekonomian masyarakat yang berujung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka melalui sektor peternakan," harap ASA. (*)


Editor : Satria



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI