Butuhkan 3 Ribu Tenaga Guru PNS, Pemkab Bone Berdayakan Honorer

12/08/2020 | 21:28 WIB

Bagikan:

 


INSTINGJURNALIS.Com--Dinas Pendidikan Kabupaten Bone saat ini dilanda kekhawatiran akan jumlah guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di Sekolah Dasar (SD). Tercatat, tenaga guru yang berstatus PNS hanya mencapai 4.476 dari total 9.926 guru yang ada di daerah ini, sisanya merupakan guru honorer. 


Jika dirinci untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) Negeri maupun swasta yang mencapai 674, Kabupaten Bone membutuhkan tenaga guru yang berstatus PNS sebanyak 2.154, tenaga pendidik Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan(PJOK) sebanyak 473 dan guru agama sebanyak 465 orang atau membutuhkan sebanyak 3.176 tenaga pendidik.


Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Nursalam mengatakan mengaku kekurangan tenaga guru yang berstatus PNS. Padahal, saat ini sejumlah SD masih kekurangan guru PNS, misalnya di Kecamatan Bontocani, Dua Boccoe hingga Tellulimpoe.


"Seperti di Kecamatan Bontocani, sekitar 23 SD hanya memilik 146 guru PNS, padahal idealnya setiap sekolah memilik sembilan guru berstatus PNS, artinya masih kekurangan 61 tenaga guru," kata Nursalam, Senin (07/12/2020).


Nursalam menjelaskan, selain kekurangan tenaga pendidik yang berstatus PNS, pemerintah juga membutuhkan sedikitnya 84 Kepala Sekolah. Kata dia, penyebab kekurangan tenaga pendidik yang berstatus PNS, selain meninggal dunia, banyak juga yang telah pensiun sementara pengangkatan guru PNS tidak terlalu signifikan.


"Makanya untuk menyiasati kekurangan Guru PNS terpaksa sekolah mengangkat guru non PNS," tambahnya.


Olehnya, pihaknya membutuhkan regulasi yang jelas dalam merekrut guru Non PNS. Sebab, terjadi simpang siur yang dipicu adanya larangan pengangkatan tenaga honorer dan sejenisnya yang di atur dalam PP 48 Tahun 2005. 


"Sehingga pihak sekolah tidak seenaknya menerima orang makanya saat ini perpanjangan SK Honorer yang dilakukan oleh Disdik hanya sekedar penertiban data, kami belum sampai pada menerima dan menolak usulan kepala sekolah kerena menurut kita itu adalah kebutuhan sekolah," jelasnya.


(Fad)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI