Mengenal La Sapi, Aplikasi Cemerlang yang Membantu Warga Sinjai Jual Sapi Potong

12/09/2020 | 23:05 WIB

Bagikan:

 

Mengenal La Sapi, Aplikasi Cemerlang yang Membantu Warga Sinjai Jual Sapi Potong

INSTINGJURNALIS.com - Berbagai macam program inovatif diterapkan Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Bumi Panrita Kitta. Tak terkecuali pada sektor peternakan. 


Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) setempat, menjalankan program Layanan Selular Peternakan Terintegrasi yang disingkat La Sapi. Inovasi La Sapi digagas untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat peternak sapi potong di Sinjai.


Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Sinjai, Mappamancu mengatakan, beragam pelayanan bisa dilakukan melalui La Sapi, mulai dari pelayanan agribisnis, kesehatan hewan, dan pelayanan produksi peternakan yang dijabarkan dengan sebutan "Lima Aksi Baper (Bantu Peternak).


"Lima Aksi Baper itu seperti bantu jual ternak, bantu beli ternak, bantu dapat pelayanan, baik Inseminasi Buatan (IB), Keswan, kartu, dan asuranasi ternak. Lalu, bantu informasi manajemen peternakan dan Keswan dan bantu layanan pengaduan ternak," ujarnya. 


Mappamancu mencontohkan, jika peternak ingin menjual sapi, mereka cukup menyampaikan ke operator La Sapi. Lalu operator mengirim pesan broadcast ke 15 ribu nomor kontak. Sehingga, informasi penjualan sapi bisa tersebar efektif, efisien, dan memudahkan mencari pembeli. 


"Dengan begitu, kita dapat menekan pembeli yang memainkan harga, kalau dijual secara konvensional, biasanya sapi harga Rp10 juta dibeli Rp9 juta karena beberapa pembeli sepakat seharga itu, kalau melalui La Sapi 15 ribu orang bisa baca, bahkan ada pembeli menawar di angka Rp11 juta," ungkapnya.


Selain itu, La Sapi juga membantu pelayanan kesehatan hewan. Saat sapi milik peternak terserang penyakit, penyuluh peternakan dapat dengan mudah memberikan edukasi melalui aplikasi ini. Peternak tidak perlu dikumpulkan di satu tempat yang notabene membutuhkan biaya besar.


Melalui aplikasi La Sapi, DPKH Sinjai pun kini menjalankan program penyuluhan yang disebut Digital Sejahterakan Peternak Sinjai atau "Pelita Senja".


"Kami juga sudah terapkan aplikasi ini (Pelita Senja) dan siapa saja bisa mengakses, biasanya saat kami mau sasar peternak di satu kecamatan, malah peternak di kecamatan lain juga ikut, bahkan pernah lintas kabupaten, ini sangat efektif dan menghemat biaya," tambahnya.


Dijelaskan Mappamancu, biaya yang dikeluarkan dalam pesan broadcast cukup murah. Hanya Rp45 ribu untuk mengirim pesan ke 15 ribu kontak karena tarif per SMS hanya Rp3. 


"Kalau mengumpulkan peternak tentu banyak biaya yang harus kami keluarkan, belum pasti juga mereka datang, dengan aplikasi ini kita juga bisa menghindari kerumunan," imbuh Mappamancu.


Sejak dua tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Sinjai dibawah kepemimpinan Andi Seto Asapa (ASA) memang menggenjot sejumlah program unggulan termasuk pada sektor peternakan. Potensi peternakan sapi di daerah ini cukup menjanjikan dengan populasi sapi potong yang kini mencapai 145 ribu ekor.


Dengan potensi tersebut, Sinjai menjadi daerah penyuplai sapi potong ke sejumlah daerah di Kawasan Timur Indonesia, seperti Kalimantan Timur, Gorontalo, Suawesi Barat dan Kota Makassar. (*)


Editor : Satria



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI