Sosok Agung Sucipto yang Membuat Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

3/01/2021 | 01:24 WIB

Bagikan:

Editor: Satria


INSTINGJURNALIS.Com--Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) tersangka, Minggu (28/02/2021) dini hari. Selain NA, KPK juga menetapkan Agung Sucipto sebagai tersangka. 


Agun Sucipto merupakan salah seorang pengusaha asal Kabupaten Bulukumba. Ketua KPK, Firli Bahuri menyebut bahwa Agung Sucipto telah kenal baik dengan sosok Nurdin. Jauh sebelum Nurdin menjabat sebagai gubenur.


"AS (Agung Sucipto) Direktur PT APB (PT Agung Perdana Bulukumba) dan telah lama kenal baik dengan NA, berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulawesi Selatan TA 2021," kata Firli Bahuri dalam keterangan persnya.


Sebelum penangkapan yang dilakukan oleh KPK, nama Agung Sucipto juga pernah muncul dalam pansus hak angket DPRD Sulsel tahun 2019. Saat itu, Agung disebut pernah meminta beberapa proyek pembangunan ruas jalan di Sulsel. 


Permintaan proyek itu dilakukannya karena Agung Sucipto  dan Nurdin Abdullah mempunyai hubungan dekat dan disebut-sebut turut membantu NA dalam memenangkan Pilkada di Sul-Sel. Di laman LPSE Sulsel, PT Agung Perdana sudah menangani beberapa proyek di Sulsel.


Tercatat ada 8 proyek sejak tahun 2011 hingga 2015 lalu pernah diikuti Agung di Sulsel. Proyek itu di antaranya pembangunan jalan ruas Tanete-Tanaberu Bulukumba dengan anggaran Rp 3,4 miliar; proyek pemeliharaan berjalan jalan ruas Batas Gowa-Tondong di Sinjai pada tahun 2013; proyek jalan ruas Sinjai-Kajang Bulukumba tahun 2013; serta proyek jalan ruas di Jeneponto tahun 2014.


Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT)  terhadap sejumlah pihak di Sulawesi Selatan Jumat (27/02/2021). Beberapa diantaranya termasuk Gubernur Sul-sel, Nurdin Abdullah turut diamankan dalam tangkap tangan tersebut.


Dari hasil penyidikan dan pemeriksaan yang dilakukan KPK selama 1x24 jam, penyidik KPK menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka terkait kasus suap dan gratifikasi.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI