Pemkab Sinjai Optimis Inovasi Cegah Stunting Mampu Bersaing dengan Kabupaten Lain

7/15/2021 | 09:14 WIB

Bagikan:

 

Pemkab Sinjai Optimis Inovasi Cegah Stunting Mampu Bersaing dengan Kabupaten Lain

INSTINGJURNALIS.com - Inovasi 'Aksi Tali Sepatu' merupakan cara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dalam melakukan upaya penanganan kasus stunting atau gizi buruk.


Menurut Kepala Bappeda Sinjai, Irwan Suaib, inovasi 'Aksi Tali Sepatu' merupakan akronim dari AKsi konvergenSI kegiaTAn LIntas SEktor dalam PenanganAn sTUnting, dimana dalam pemaparannya, ia menjelaskan aksi 5-8 percepatan penanganan stunting.


Pemaparan tersebut dilakukan Irwan dalam kegiatan penyelenggaraan penilaian aksi konvergensi penanganan stunting pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dipusatkan di Ballroom Phinisi Hotel Claro Makassar, Rabu, (14/07/2021)


"Telah dipaparkan inovasi Kabupaten Sinjai, yaitu Aksi Tali Sepatu. Dimana aksi tersebut kita mengibaratkan bahwa tali sepatu itu biasa tidak sama bentuknya, namun arahnya sama. Jadi kami mencoba melakukan kolaborasi dalam kegiatan-kegiatan dari perangkat daerah lainnya menuju penanganan stunting," ucapnya


Di Kabupaten Sinjai lanjut Irwan, penanganan stunting ini telah diatur berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sinjai Nomor 258 Tahun 2020 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kabupaten Sinjai.


Hingga saat ini katanya, angka kasus stunting di Sinjai terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Tercatat di tahun 2020 lalu, angka stunting di Bumi Panrita Kitta berada di angka 7,14 persen.


"Insya Allah bahwa inovasi yang kita lakukan dengan keterlibatan dari semua sektor, saya yakin dan percaya kita mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten Sinjai," imbuhnya.


Apalagi, ini merupakan salah satu komitmen Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) yang sangat kuat dalam menangani stunting.


Melalui kesempatan ini, Irwan optimis bahwa inovasi Pemkab Sinjai mampu bersaing dengan Kabupaten lainnya yang ada di Sulsel.


"Kita menyajikan data bahwa di Kabupaten Sinjai, dari 67 desa dan 13 kelurahan itu sudah terbentuk KPM. Ini kan belum ada di Sulawesi Selatan, kita yang pertama melakukannya, maka dari itu kita selalu optimis," tutupnya. 


Saat melakukan pemaparan inovasi penanganan stunting Pemkab Sinjai, Kepala Bappeda disaksikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai Drs. Akbar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sinjai Andi Ilham Abubakar.


Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan dr. Emmy Kartahara Malik, Kepala Dinas P3AP2KB Andi Tenri Rawe Baso, Kepala Dinas PMD Sinjai Hj Andi Hariani Rasyid, serta Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Sinjai Tamzil Binawan.


Editor: Satria



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI