BPNT Bone, Dinsos Benarkan Ada Telur Busuk Diterima KPM

9/01/2021 | 15:13 WIB

Bagikan:

Musriandi


INSTINGJURNALIS.Com--Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bone angkat bicara terkait terlambatnya penyaluran hingga banyak telur busuk untuk PKM Bantuan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Bone.


Pihak Dinsos membenarkan keterlambatan penyaluran hingga berakibat telur tidak layak dikonsumsi pada penyaluran BPNT. Menurut Dinsos hal itu dikarenakan pengiriman saldo dari pusat lambat sehingga mengakibatkan penyaluran juga terlambat. 


"Tergantung dari uangnya yang dikirim dari pusat, kalau cepat maka satu kali satu bulan, tapi kalau uangnya lambat masuk yah sekaligus tiga bulan persatu kali penyaluran, karena kita juga tidak bisa penyaluran kalau saldonya Nol pupiah." ungkap Nasrul Kasi Pendataan dan Pengelolaan Data Fakir Miskin Dinsos Bone. 


"Jika ada telur yang busuk diterima KPM itu diganti,tidak ada masalah, karena memang usia telur itu 1 minggu hingga 2 minggu, nanti telur busuk itu E-warung simpan kemudian ditukarkan dengan di Suplier, begitu juga kalau beras jika ada yang kuning akan juga diganti, " kata Nasrul menambahkan. 


Selain itu, saldo nol itu bisa terjadi ketika ada ketidaksesuaian antara data KPM dan data pihak Bank penyalur sehingga membuat saldo nol, dan perlu ada perbaikan data lagi atau tertib administrasi antara Disdukcapil dan Dinsos.


Sementara disinggung tentang banyak telur busuk yang diterima oleh PKM dia mengatakan tidak ada masalah karena itu akan diganti. 


Bantuan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Bone kembali disoal. Pasalnya, bantuan sosial itu dikeluhkan keterlambatan penyalurannya hingga tiga bulan. Akibatnya, bantuan berupa telur tidak layak dikonsumsi alias busuk. 


"Kata petugasnya diterima sekali dalam tiga bulan dengan jumlah 6 rak telur dan 30 kg beras, namun bulan lalu diantara 6 rak telur hampir satu rak-nya telurnya busuk dan mengeluarkan bau," kata TI salah satu KPM asal Kecamatan Palakka, Senin, (30/08/2021).


Hal sama juga dikeluhkan warga asal Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat mengaku mendapati bantuan berupa telur yang disalurkan setiap rak-nya tidak layak dikonsumsi.


"Terimanya sekali dalam tiga bulan dan ini memasuki kedua kalinya, sebenarnya kecewa tapi mau bagiamana lagi karena katanya petugas se-Kabupaten Bone begitu. Bahkan setiap menerima pasti ada telurnya yang busuk dan mengental," ungkap AN, mengaku kecewa dengan keterlambatan penyaluran program BPNT itu. 

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI