Buat Postingan tidak Percaya Covid, Dokter di Enrekang Diselidiki Polisi

9/03/2021 | 12:52 WIB

Bagikan:

Satria


INSTINGJURNALIS.Com--Seorang dokter di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, diselidiki kepolisian setempat setelah menuliskan sebuah surat pernyataan yang tidak percaya dengan adanya virus corona (Covid-19).


Surat pernyataan yang ditulis tangan dr Andiani Adil itu pada tanggal 25 Agustus 2021, kemudian beredar luas di media sosial setelah dokter tersebut memposting di akun instagramnya.


Pihak kepolisian pun saat ini telah berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Enrekang untuk membahas surat pernyataan tersebut.


Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya mengatakan, surat pernyataan seorang dokter yang menuliskan tidak percaya dengan virus Covid-19 yang viral di media sosial, sementara pihaknya masih melakukan penyelidikan.


"Adanya laporan informasi dari masyarakat yang viral di media sosial mendasari, kami melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Yang bersangkutan juga berstatus sebagai seorang ASN dalam lingkup Pemkab Enrekang," kata Kapolres Enrekang, Jumat (3/9).


Selain itu, kata Andi Sinjaya pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap instansi terkait untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sehubungan dengan surat pernyataan yang dibuat oleh dokter Andiany.


"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap surat viral itu. Jika perbuatan yang bersangkutan ditemukan unsur melawan hukum, akan dilakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku," jelasnya.


Terpisah, Ketua IDI Sulsel, dr Ichsan Mustari mengatakan, pihaknya bersama IDI Cabang Enrekang akan melakukan pertemuan untuk membahas hal ini.


"IDI wilayah Sulsel dan IDI Enrekang sementara melakukan pertemuan dengan dokter yang bersangkutan untuk melakukan verifikasi dan investigasi," kata dokter Ichsan.


Dokter Ichsan menyebutkan bahwa dokter Andiany Adil hingga saat ini masih terdaftar sebagai anggota IDI Cabang Enrekang.


"Dia masih terdaftar sebagai anggota IDI," ujarnya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI