Korban Pengeroyokan di STIA Prima Bone Alami Pembengkakan di Ulu Hati

11/24/2021 | 14:09 WIB

Bagikan:

Satria


INSTINGJURNALIS.Com-Aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap salah satu kader organisasi PMII Cabang Bone menjadi sorotan. Korban disebut mengalami trauma hingga menyebabkan pembengkakan di ulu hati.


Hasil pemeriksaan dr.Eka Oktavia di Rumah Sakit TK.IV.14.07.01 Bone pada Selasa 23 November 2021 kemarin, korban mengalami trauma pukulan sehingga menyebabkan pembengkakan di ulu hati. "Akibatnya, korban terus-menerus muntah setiap ada makanan yang masuk, jadi tidak disarankan makan makanan yang keras," kata Lukman, keluarga korban.


Selain itu, berdasarkan keterangan korban sebelumnya, pasca pengeroyokan itu korban mengalami luka yang berarti pada bagian kepala hingga harus menahan rasa sakit. Bahkan, korban susah untuk tidur nyenyak.


"Kepala bagian belakang saya sangat sakit, saat baring rasa sakit itu muncul, saya tidak tau apakah ini akan sembuh atau tidak," kata Irfan menceritakan pasca insiden itu, Senin (22/11/2021).


Selain itu, pada bagaian telinga juga mengalami luka memar setelah dihantam bogem mentah dan ditendang. Tak hanya itu, korban juga mengalami sakit pada bagian dada. Bahkan, saat ini korban sering mengalami mual-mual.


Seorang pemuda berstatus mahasiswa, Irfan yang menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di Kampus STIA Prima Bone Jalan Urip Sumoharjo, Sabtu 20 November 2021. Korban yang diketahui merupakan kader PMII Bone diserang sekelompok orang.


dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang mahasiswa di Halaman Parkir Kampus STIA Prima Bone, Irfan. Kelima pelaku ditetapkan tersangka berdasarkan pemeriksaan dan beberapa alat bukti.


"Enam yang diperiksa, dan lima sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polsek, masing-masing berinisial, IR , AB , GN , RM. dan BJ. Sementara satu dibebaskan inisial MM karena tidak cukup bukti," kata Kapolsek Tanete Riattang, AKP Andi Ikbal Selasa (23/11/2021).


Andi Ikbal menambahkan pelaku pengeroyokan tersebut masih berpotensi bertambah. Pihaknya masih terus melakukan pendalaman.


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI