Maraknya Prostitusi Online, PKB Sinjai Angkat Bicara

11/18/2021 | 12:45 WIB

Bagikan:

 

Maraknya Prostitusi Online, PKB Sinjai Angkat Bicara

INSTINGJURNALIS.com - Maraknya prostitusi online yang diduga tersedia di beberapa hotel diwilayah Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan membuat salah satu politisi perempuan angkat bicara.


Andi Olivia Batara Sugi yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Sinjai meminta agar pemerintah daerah, termasuk aparat penegak hukum segera mengambil sikap tegas dan adil untuk menghapus praktik prostitusi di daerah tersebut. 


"Hal ini menyikapi kasus prostitusi yang terjadi di Kabupaten Sinjai dengan menggunakan sarana media sosial. Dalam beberapa kasus, prostitusi terbukti telah melibatkan perempuan," ungkapnya.


Bahkan Menerutnya tidak menutup kemungkinan akan nanti melibatkan anak perempuan dibawa umur.


"ini sangat berhubungan erat dengan kemiskinan serta perubahan orientasi, pola dan gaya hidup generasi muda sekarang, yang ingin tampil mewah secara instan, serta berpusat pada diri sendiri dan jika ini dibiarkan maka nilai-nilai luhur yang tertanam dalam budaya kabupaten Sinjai yang menjunjung tinggi kehormatan perempuan atau SIRI secara perlahan tapi pasti, mulai terkikis," ungkapnya


Maka dari itu politisi wanita dari partai PKB, yang akarab disapa Oliv tegaskan bahwa perlu keseriusan semua pihak untuk menghapus praktik prostitusi ini di Bumi panrita Kitta dimana merupakan nama daerah yang memiliki makna religius


"Tak hanya merupakan praktek ini merusak mental dan generasi, juga kita perlu menghormati martabat perempuan dan melindungi anak-anak dari lingkungan tersebut,” katanya


Dikatakan bahwa, praktek ini merupakan persoalan sosial, namun tidak tahu harus berbuat apa, serta tidak mau direpotkan untuk urusan orang lain. Jika tidak segera ditanggulangi dan diantisipasi, kondisi ini juga akan membuat praktik prostitusi merebak dengan subur dikabupaten Sinjai 


"Semua pihak yang terkait dengan persoalan perlindungan perempuan dan anak, agar bekerja sama untuk mendorong segera agar penyakit sosial tersebut agar dirumuskan dengan bebrbagai cara dalam bentuk kepedulian kita. Dengan demikian, kerja perlindungan anak dapat dilakukan secara sistematis, masif dan terstruktur, sampai ke tingkat desa/kelurahan,"ungkap Olivia.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI