Komitmen Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan, 20.103 Sapi Sudah IB Sejak Andi Seto Pimpin Sinjai

1/16/2022 | 16:54 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.Com--Pemerintah Kabupaten Sinjai di bawah nahkoda Andi Seto Asapa terus menggenjot pengembangan ternak sapi melalui pengoptimalan inseminasi buatan (IB). Populasi sapi yang telah disuntikkan IB sejak 2019 hingga 2021 mencapai 20.103 ekor.


Data yang diperoleh dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai, jumlah sapi IB tahun 2019 sebanyak 6.778 ekor dengan jumlah kelahiran 1.889 ekor. Lalu, tahun 2020 sebanyak 6.341 sapi IB dengan jumlah kelahiran 2.661. Sementara tahun 2021 sebanyak 6.984 dengan jumlah kelahiran 2.213 ekor.  


Pemerintah daerah komitmen guna meningkatkan populasi sapi tersebut. Bahkan, saat ini pelayanan IB dimaksimalkan agar pengembangan ternak besar tersebut menjadi pendapatan ekonomi masyarakat.


Sapi jenis Limosin, Simental, Bali, Brahman, dan Angus jika berumur 1 bulan bisa dijual seharga Rp 5 juta per ekor. Dan, jika berumur 8 sampai 10 bulan dijual seharga Rp 15 juta per ekor.


"Kalau dibandingkan dengan harga jual sapi biasa, sangat jauh perbandingannya, makanya kami mendorong program ini terus dilaksanakan karena bisa membangkitkan ekonomi kerakyatan," kata Andi Seto Asapa, Minggu (16/01/2022).


Untuk menjaga hasil ternak, pemerintah mendaftarkan sapi dalam Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Sehingga, peternak tidak lagi memikirkan ancaman kerugian.

Baik yang diakibatkan dari kematian, penyakit, melahirkan, kecelakaan maupun kehilangan ternak karena program ini memberi jaminan.


"Jika ternak mati akan diberikan ganti rugi Rp10 juta, kalau hilang ganti rugi Rp7 juta dari Jasindo," tambahnya.


Inseminasi Buatan merupakan cara memasukkan "spermatozoa" atau semen yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut "insemination gun".


Metode ini berguna untuk memperbaiki mutu genetika ternak, mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih luas, meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur, mencegah penularan penyakit kelamin, dan menghemat biaya pemeliharaan ternak sapi jantan.


Kepala DPKH Sinjai, Burhanuddin menambahkan, pihaknya akan terus mendukung pelaksanaan program unggulan ini untuk pencapaian visi dan misi Bupati Sinjai. Oleh karena itu, sosialisasi atau penyuluhan kepada peternak akan manfaatnya program ini terus dilakukan.


Selain itu, Pemkab Sinjai menggratiskan pelayanan IB sehingga peternak tidak perlu mengeluarkan dana saat meminta petugas inseminator menyuntikkan cairan spermatozoa ke sapi indukan miliknya.


"Petugas kami selalu hadir, mulai dari memasukkan cairan spermatozoa, memeriksa kebuntingan sapi, dan kami juga tidak membebankan peternak untuk membayar, jadi program ini benar-benar pro rakyat," kata Burhanuddin menambahkan.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI