Bongkar Kedok Data Fiktif BPJS Bone, Polisi Sasar Desa dan Kelurahan

6/08/2022 | 18:17 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.Com--Penyidik Polres Bone terus melakukan pendalaman terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi data fiktif BPJS Kesehatan Kabupaten Bone. Teranyar, saat ini polisi melakukan penelusuran setiap kecamatan untuk membongkar kedok sejumlah pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Bone.


"Untuk saat ini kami sementara melakukan penelusuran setiap kecamatan dan desa untuk melakukan pengecekan terhadap setiap peserta yang sudah tidak ada, baik itu meninggal maupun pindah domisili, namun tetap mendapat anggaran setiap tahunnya," kata Kapolres Bone, AKBP Ardiansyah, Rabu (08/06/2022).


Ardiansyah menjelaskan, tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengungkap kasus tersebut. Namun pihaknya memastikan akan terus mengusut kasus itu hingga tuntas.


"Kami membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mengusut kasus tersebut, yang pastinya kami tidak tinggal diam, kami terus berjalan," tambahnya.


Polisi dengan dua bunga di pundaknya itu, mengaku saat ini telah melakukan pemeriksaan beberapa pihak baik dari dinas kesehatan maupun dari BPJS. Namun tidak merinci nama-nama pejabat yang telah diperiksa.


"Beberapa orang kami sudah lakukan panggilan, baik itu dari dinas kesehatan maupun pihak BPJS itu sendiri. Yang pastinya setelah kami lakukan penelusuran setiap kecamatan dan desa itu serta ditemukan ada pidana, tentunya kami akan melakukan pemeriksaan, termasuk Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)," ungkapnya.


"Namun saat ini kami masih fokus untuk menentukan adanya perbuatan pidana," tambahnya.


Diketahui, polisi mengusut adanya permainan di tubuh instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Bone untuk menggelapkan uang negara. Dari sumber yang diperoleh, ditemukan fakta adanya data yang tidak sinkron antara data BPJS Kesehatan dengan data Disdukcapil dan data Dinas Kesehatan.


Modus operandinya, setiap tahun pihak Dinas Kesehatan poskan anggaran untuk program jaminan kesehatan BPJS. Namun, data nama warga yang dituangkan dalam administrasinya diduga fiktif alias nama nama warga Kabupaten Bone yang sudah tidak ada orangnya baik sudah meninggal maupun telah pindah domisili.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI