Selain Dikategorikan Daerah Darurat Narkoba, Kabupaten Bone Berhasil Masuk Nominasi Pemilik Penduduk Termiskin di Sulsel

Potret kemiskinan (Ilustrasi Google)

INSTINGJURNALIS.COM - 
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis sembilan daerah di Sulsel memiliki penduduk miskin terbanyak, pada 26 Desember 2022. Berdasarkan data tersebut, terdapat 9 daerah di Sulsel dengan angka kemiskinan di atas 10 persen dan Kabupaten Bone masuk nominasi berhasil menempati urutan ke 9.


Berikut daftar 9 daerah termiskin di Sulawesi Selatan 2022 berdasarkan hasil survei BPS Sulsel:


1. Kabupaten Pangkep persentase angka kemiskinan dan ketimpangan mencapai 13,92 persen. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pangkep mencapai 47,53 ribu jiwa.


2. Kabupaten Jeneponto . Persentase penduduk miskin di Jeneponto mencapai 13,73 persen, jumlah penduduk miskin di Jeneponto yakni 50,59 ribu jiwa.


3. Kabupaten Luwu Utara memiliki persentase penduduk miskin tertinggi ketiga di Sulawesi Selatan. Persentasenya mencapai 13,22 persen jumlah penduduk miskin di Luwu Utara mencapai 42,29 ribu jiwa.


Baca Juga: Birokrat Tulen Andi Rosman Mulai Suarakan Genderang Politiknya di Wajo


4. Kabupaten Luwu Kendati demikian, persentase penduduk miskin di Luwu masih menjadi salah satu yang tertinggi di Sulawesi Selatan, yakni mencapai 12,49 persen. Dengan jumlah penduduk miskin sekitar 46,50 ribu jiwa.


5. Kabupaten Enrekang Persentase penduduk miskin di Enrekang mencapai 12,39 persen, dengan jumlah penduduk miskin 26,15 ribu jiwa.


6. Kabupaten Tana Toraja memiliki jumlah penduduk miskin mencapai 29,31 ribu jiwa. Hal ini menjadikan Tana Toraja sebagai salah satu daerah dengan tingkat penduduk miskin di atas 10 persen.


7. Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki Persentase penduduk miskin di Selayar mencapai 12,24 persen. Adapun  jumlah penduduk miskin di Selayar, yakni mencapai 16,74 ribu jiwa.


8. Kabupaten Toraja Utara Persentase penduduk miskin di Toraja Utara mencapai 11,65 persen, dengan jumlah penduduk miskin 23,31 ribu jiwa.


9. Kabupaten Bone menduduki posisi kesembilan, Bone memiliki persentase penduduk miskin mencapai 10,58 persen dengan jumlah penduduk miskin di Bone berdasarkan hasil survei BPS yakni 80,34 ribu jiwa. meskipun Bone memiliki potensi daerah baik dari sektor kelautan, perikanan, perkebunan hingga tanaman pangan. Tercatat, luas lahan sawah di Kabupaten Bone baik yang menggunakan irigasi maupun non-irigasi mencapai 110.760 ha.


Dan disisi lain Bumi Arung Palakka, ini juga masuk kategori Kabupaten tingkat pemasaran Narkoba jenis sabu yang besar dan bahkan memiliki ciri khas kampung Nerkoba sehingga mendapatkan julukan Daerah Darurat Narkoba.


Sebelumnya yang diketahui Kepolisian Resort Bone telah menangkap sebanyak 176 pelaku penyalah gunaan narkoba jenis sabu dari 117 kasus yang terungkap tahun 2022.


Penangkapan hingga berjalan memasuki bulan Oktober lalu lebih banyak dibanding penangkapan selama satu tahun pada 2021 lalu. Di tahun itu polisi mengungkap 76 kasus dengan 103 tersangka.


Kapolres Bone, AKBP Ardiansyah, yang ditemui beberapa awak media di Aula terbuka Mapolres Bone menjelaskan, bahwa dari serangkaian penangkapan itu mengindikasikan Bone masuk kategori darurat narkoba.


"Memang Bone ini betul-betul sudah darurat narkoba. Menjadi tugas kita semua untuk bersama-sama memberantas. Informasi dari teman-teman sangat berguna bagi kami di kepolisian," imbuhnya.


Baca Juga: Karena Memberikan Pelayanan yang Tak Becus, Kepala Puskesmas Bulupoddo Dicopot


Sementara dengan konfirmasi terpisah BNNK Bone mencatat lima kasus lanjut dengan tersangka 12 orang. Sementara untuk rehab ada mencapai 244 orang.


Kepala BNNK Bone, AKBP Ismail Husain mengatakan, dari jumlah Bone memang layak disebut darurat Narkoba.


"Kalau dilihat dari jumlah pelaku dan kasus memang layak dikatakan darurat. Dan seharusnya kita punya rumah sakit khusus untuk rehab," tukasnya. (Satria)


Bagikan :
RajaBackLink.com