TSMpGUd8BUMoGUMoTSO6TSM7Ti==

Komnas HAM Desak Evaluasi Pengendalian Kekerasan Bersenjata di Papua

 

Atnike Nova Sigiro, Ketua Komnas HAM

INSTINGJURNALIS.COM Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegaskan perlunya evaluasi terhadap pengendalian kekerasan bersenjata di Papua. Atnike Nova Sigiro, Ketua Komnas HAM, mengungkapkan hal ini menyusul gelombang kekerasan bersenjata yang telah merenggut nyawa delapan orang dalam sebulan terakhir. Jakarta, 14 April 2024.


Atnike menekankan bahwa evaluasi harus dilakukan pada berbagai aspek, termasuk tataran operasi, komando, dan pengendalian keamanan. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kebijakan keamanan di Papua guna meningkatkan perlindungan hak asasi manusia (HAM).


"Komnas HAM kembali menegaskan standar perlindungan HAM baik dalam situasi konflik maupun nonkonflik kepada semua pihak. Aparatur sipil, aparat keamanan, dan kelompok sipil bersenjata harus menjamin keselamatan warga sipil," ujar Atnike dalam pernyataannya pada hari Minggu.


Komnas HAM juga mendorong pemerintah, termasuk TNI dan Polri, untuk menggunakan pendekatan terukur dalam menghadapi konflik dan kekerasan di Papua. Hal ini dianggap penting untuk menjamin keselamatan dan perlindungan HAM warga sipil serta aparat keamanan.


"Dari catatan Komnas HAM, beberapa kasus kekerasan di Papua antara Maret-April 2024 menelan korban delapan orang meninggal dunia, termasuk lima personel TNI/Polri, satu sipil dewasa, dan dua anak-anak," ungkapnya.


Selain korban jiwa, ada juga sembilan korban luka, terdiri dari empat warga sipil dan lima anggota TNI/Polri, serta dua orang perempuan menjadi korban tindak pidana kekerasan seksual. Kabar terkini juga melaporkan bahwa Danramil 1703-04/Aradide Oktovianus Sokolray tewas ditembak oleh kombatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Paniai, Papua Tengah.



Editor   : INSTING JURNALIS



- SIMAK BERITA & ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS   

- BERLANGGANAN DI CHANNEL WHATSAPP  

Komentar0