Atasi Kelangkaan Pupuk Subsidi, Dinas Pertanian Diminta Pro Aktif dan Update RDKK

5/15/2020 | 12:41 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.com,--Meskipun Hasil panen padi Kabupaten Bone Tahun 2020 bisa mencapai 1,5 Juta Ton, namun sangat disayangkan kelangkaan kebutuhan pupuk subsidi untuk petani selalu menjdi permasalahan, hal demikian terjadi lantaran kurangnya perhatian dari Dinas Pertanian Bone dalam mengawal kebijakan pupuk subsidi.

Bukan hanya itu kelangkaan pupuk juga  dipicu karena besar kebutuhan pupuk petani lebih besar dari jumlah kuota pupuk subsidi yang terdaftar,

“Kalau persoalan pupuk ndi tidak akan pernah cukup karena jumlah kebutuhan jauh lebih besar  sekitar 135.000 ton sedangkan kuota hanya 90.000  ton itupun sudah ditambah yang tadinya hanya 70.000  ton” kata Kadis Pertanian Sunardi Nurdin

Mendengar hal tersebut Ketua Pemuda Tani Kabupaten Bone, Ilham Aqsa menerangkan, mengatasi hal tersebut pihak terkait harusnya solutif dalam menyelesaikan peramsalahan permasalahan ditengah tengah petani,

“Survey secara nasional, makin tahun memang pupuk akan terus mengalami penurunan produksi, dikarenakan bahan baku dan lain lain, Tapi bukan berarti ini celah atau kekeliruan yg harus d perdebatkan. Karena masih ada solusi2 lebih baik yg bisa di jadikan jalan keluar” katanya

Sementara itu, untuk mengatasi terkait kurangnya jatah pupuk subsidi untuk petani Dinas Pertanian diharapkan selalu melakukan pembaruan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk Bersubsidi

“Terkait data, Idealnya 1 atau 2 Tahun memang  diperlukan terus lakukan pembaharuan, entah itu kelompok tani maupun lahan pertanian,” tambahnya

Selain itu juga guna mengatasi kebutuhan pupuk yang besar, Ilham juga menerangkan harusnya Dinas Pertanian menggandeng pengusaha pupuk organik, dan melakuan sosialisasi intens kepada petani terkait penggunaan pupuk tersebut, sehingga terjadi pengedukasian kepada petani.

“Pemerintah juga bisa lebih bersinergi dengan pihak-pihak swasta lokal untuk lebih mendorong produksi pupuk organik guna menutupi stok pupuk kimia yang lebih terbatas dari sebelumnya” tandasnya

Sementara itu, Ketua Gempita Bone A Muh Zaidil SE menegaskan, Dalam menghadapi kelangkaan pupuk intansi terkait (Dinas Pertanian) harusnya tanggap untuk menghindari keterlambatan pupuk sampai pada petani.

“Ini yang harus maksimal dan intens melakukan raod show dalam pengawasan jalanya pendistibusian pupuk, supaya pupuk tepat sasaran kepetani yang berhak,” jelasnya.

Selain itu zaidil juga menuturkan, dalam hal mengontrol jalan pendistribusian pupuk disetiap daerah pemerintah pusat sudah membentuk Komisi Pengasawan Pupuk dan Perstisida, sehingga petani cukup membawa kartu tani sudah bisa mengambil pupuk

“Jadi petani cukup membawa kartu tani ke agen itu yang dipotong dan sudah bisa mengambil pupuk, persoalnaya apakah program Kartu Tani dan KUR yang sudah dicanangkan sejak 2018 dan ada lagi tambahan KUR petani sudah dijalankan maksimal oleh daerah dalam membantu permodalan petani,” kuncinya.

(Sudri)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI