Tujuh Kelurahan di Bantaeng Terendam Banjir, Sejumlah Infrastruktur Rusak

6/13/2020 | 10:54 WIB

Bagikan:
Tujuh Kelurahan di Bantaeng Terendam Banjir, Sejumlah Infrastruktur Rusak
Foto Via Facebook Rusdi Putra Susel

INSTINGJURNALIS.com - Kabupaten Bantaeng dan Jeneponto, Sulawesi Selatan, dilanda banjir, Jumat (12/6/2020) sore hingga malam.

Banjir di Kabupaten Bantaeng paling parah terjadi di Kelurahan Pallantikang, Mallilingi, Letta, Lembang, BontoSunggu, Bontoatu, Bontorita. Daerah tersebut masuk wilayah Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissapu.

Akibatnya sejumlah wilayah terendam. Bahkan Infrastruktur yang menjdi kebanggaan Kabupaten Bantaeng ikut rusak setelah dihantam banjir.

Informasi yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Calendu.

"Setelah tak mampu menampung debit air dari tingginya curah hujan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam siaran persnya, Sabtu (13/6) dilansir IDN Times,

Hujan deras yang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA mengakibatkan luapan air sungai setempat tidak terbendung. Selain meluapnya Sungai Calendu, banjir juga disebabkan oleh jebolnya Cekdam atau penampungan air Balang Sikuyu.

Penampungan yang letaknya di tengah atau pusat kota, dilaporkan rusak di sebagian sisinya. "Pada sisi kanan akibat tak mampu menahan derasnya debit air yang terus naik," ucap Raditya.

Tujuh kelurahan terdampak parah masing-masing adalah, Kelurahan Pallantikang, Kelurahan Mallilingi, Kelurahan Letta, Kelurahan Lembang Kelurahan Bonto Sunggu, Kelurahan Bontoatu, dan Kelurahan Bontorita.

Kondisi di lapangan yang dilaporkan BNPB, selain merendam banyak rumah warga, banjir juga berdampak ke lahan perkebunan hingga fasilitas umum. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel telah berkoodinasi dengan dinas terkait.

"Juga berbagai komponen untuk proses assesment, pendataan dan evakuasi sejumlah warga yang terdampak. Sementara para warga yang terdampak diungsikan ke Rumah Dinas Bupati Bantaeng," ungkap Raditya.

Editor : Satria
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI