Begini Kisah Petugas Peternakan Kecamatan Dongkrak Populasi Sapi Potong di Sinjai

11/28/2020 | 20:03 WIB

Bagikan:

 Begini Kisah Petugas Peternakan Kecamatan Dongkrak Populasi Sapi Potong di Sinjai

INSTINGJURNALIS.com -  Keberhasilan peternakan sapi di Kabupaten Sinjai tak lepas dari peran Petugas Peternakan Kecamatan (PPK). Mereka kerap bermalam di rumah peternak demi memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat. 


PPK Sinjai Selatan, Kaharuddin mengungkap, kehadiran PPK di setiap kecamatan merupakan perpanjangan tangan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.


Kahar sapaan akrabnya mengaku telah melakoni tugas sebagai PPK selama 20 tahun. Tahun 1999 hingga 2009, dia ditugaskan di Kecamatan Tellu Limpoe. Lalu, tahun 2010 sampai saat ini di Kecamatan Sinjai Selatan.


Suka duka dalam pelayanan peternakan telah banyak ia dapatkan. Bahkan, ia kerap bermalam di rumah peternak, karena adanya induk sapi bali yang hendak melahirkan pedet hasil Inseminasi Buatan (IB).


"Pedet (bayi sapi) pasti besar kalau hasil IB, makanya peternak harus dibantu proses kelahiran sapinya supaya bisa lahir dengan selamat," jelas Kahar, Sabtu (28/11/2020).


Selain itu, jika ada ternak yang dilaporkan sakit atau mati mendadak, Kahar langsung terjung ke lapangan. Tak mengenal waktu. Meski larut malam. Hal itu dilakukan agar mencegah penyebaran penyakit ke ternak sapi lainnya. 


Termasuk mengatur jadwal khusus untuk melakukan faksinasi guna mencegah potensi penyakit menyerang, memberi vitamin dan obat cacing agar sapi bisa berisi. 


"Jadi tidak ada jadwal kerja kami, jika dibutuhkan pasti kami turun meski tengah malah, ada kepuasan tersendiri jika mampu menyelesaikan tugas dengan baik," bebernya. 


Bukan hanya itu, tugas PPK lainnya adalah menjalankan program kartunisasi sapi. Termasuk melakukan pendaftaran asuransi sapi dengan mendatangi rumah peternak. 


Kendati demikian, dalam menjalankan tugasnya, ia aktif berkoordinasi dengan beberapa petugas peternakan lainnya. Seperti inseminator, petugas kebuntingan, dan penyuluh.


"Satu kali kami turun langsung semua elemen memberi pelayanan, insemnator maju jika ada sapi mau dimasukkan IB, petugas kebuntingan memriksa kehamilan ternak, dan penyuluh memberi edukasi," ungkapnya. 


Kahar mengaku, semua upaya itu dilakukan karena ingin membantu pemerintah dalam meningkatkan populasi sapi di Sinjai. Termasuk membantu masyarakat dalam meingkatkan pendapatannya.


Oleh karena itu, upaya Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) untuk menjadikan Sinjai sebagai sentra peternakan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sangat tepat. Sebab, investasi paling menjanjikan. 


Masyarakat bisa membangun rumah, membeli kendaraan, sekolahkan dan nikahkan anak dari jual beli sapi. 


"Makanya masyarakat banyak datang kalau ada penyuluhan atau pelayanan kesehatan hewan dibandingkan pelayanan kesehatan masyarakat karena peternakan menjanjikan," tutupnya. (*)


Editor : Satria



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI