Pembesuk Lapas Bone Resah, Diduga Ada Pemotongan Uang Titipan

12/28/2020 | 21:09 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Sejumlah keluarga narapidana dan tahanan Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas IIA Watampone mengaku resah menyusul dugaan adanya pemotongan uang titipan yang diduga dilakukan oleh pegawai lapas.


Sumarni salah satu pembesuk Warga Binaan Permasyarakatan (WBP)  Lapas Kelas IIA Watampone, menceritakan, setiap menitipkan uang untuk keluarganya yang sedang ditahan selalu mendapat pemotongan hingga 20 persen.


"Kemarin (22/12/2020) saya menitipkan uang di penjaga yang sebanyak 100 ribu, yang sampai hanya 75 ribu," kata Sumarni, Kamis (24/12/2020).


Sumarni mengaku baru mengetahui pemotongan itu, setelah kembali membesuk keluarganya, "Itu baru saya ketahui setelah berbicara dengan keluarga yang ditahan, katanya uang yang dititipkan hanya Rp 76.000 karena ada potongan di penjaga," tambahnya.


Hal sama juga dialami Harun, saat menjenguk keluarganya pada 23 Desember kemarin dia, mendapati adanya pemotongan yang diduga dilakukan oleh pegawai lapas. "Kemarin saya titip uang 50 ribu ke penjaga Lapas dan yang sampai hanya 38 ribu, katanya uangnya dikenai potongan sebanyak 20%." ungkapnya.


Terpisah, Kepala Lapas melalui Kasubsi Registrasi Lapas Watampone, Azhar membantah hal itu ia mengatakan, pemotongan hanya dilakukan oleh pihak perbankan sebagai jasa pengiriman.


"Tidak ada sama sekali potongan, adapun potongannya adalah jasa perbankan, 5 ribu rupiah sekali top up, itupun langsung dilakukan oleh pihak bank," kata Ashar (24/12/2020). 


Ashar mengaku, uang yang dititipkan oleh pembesuk dikelola secara transparan dan dicatat oleh pegawai Lapas. "Tidak ada sama sekali, disinilah letak kendalanya, kami senantiasa transparan dalam mengelola uang titipan tahanan, namun masyarakat kurang terbuka sehingga kami agak susah melaksanakan evaluasi," ungkap Ashar.



(And)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI