Counter Attack Rocky Gerung Pasca Rumahnya akan Digusur, Bakal Tuntut Rp 1 Triliun PT Sentul

9/11/2021 | 11:20 WIB

Bagikan:

Satria


INSTINGJURNALIS.Com--Pengamat politik Rocky Gerung berniat menggugat PT Sentul City Tbk senilai Rp1 triliun. Gugatan itu merupakan balasan dari Rocky usai Sentul City menyuruhnya mengosongkan dan membongkar rumah sendiri.


Sebelumnya, PT Sentul City Tbk mengirim surat somasi kepada Rocky Gerung dan sejumlah warga di Bojong Koneng. Dalam surat itu, Sentul City menyatakan punya hak penuh atas tanah di lokasi itu.


Perusahaan properti itu memberi waktu kepada Rocky dan sejumlah warga untuk hengkang dalam waktu 7 hari. Jika warga tidak mengindahkan, Sentul City mengancam akan meminta Satpol PP melakukan pembubaran.


"Dasar somasi tersebut karena Sentul City adalah pemegang hak yang sah atas bidang tanah bersertifikat SHGB Nomor B 2412 dan 2411 Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor," ujar Head of Corporate Communication Sentul City David Rizar Nugroho dalam keterangan resmi, Kamis (10/09/2021).


Rocky menegaskan ia menguasai fisik tanah dan bangunan Blok 026 Kampung Gunung Batu RT 02 RW 11, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor sejak 2009. Ia enggan menuruti somasi Sentul City untuk meninggalkan rumahnya sendiri.


"Kalau saya gugat balik, mungkin saya gugat Rp1.000.000.000.001. Saya somasi balik dia. Rp1 harga materiilnya, Rp1 triliun harga imateriilnya karena di situ ada banyak memori, banyak percakapan intelektual, kenangan," kata Rocky dalam video di kanal Youtube Rocky Gerung Official, Jumat (09/09).


Rocky menyebut PT Sentul City telah menyerobot kepemilikan tanah yang sudah dibelinya secara sah. Ia pun yakin bisa menyelesaikan persoalan tanah tersebut dengan mudah. 


Rocky membantah kabar ia menyerobot tanah Sentul City. Ia menyampaikan telah membeli tanah dan bangunan di lokasi itu secara sah dan dicatat lembaga negara.


Rocky menuding balik Sentul City menyerobot lahan miliknya. Dia beralasan telah merogoh kocek sendiri untuk membangun rumah tersebut sejak 12 tahun lalu.


"Dia menuduh saya menyerobot tanahnya. Padahal, pagarnya saya yang bikin, saya anggap ini bisa saya tangani secara gampang," tambahnya. 

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI