Puskesmas Biji Nangka Gelar Survey Prevalensi Kecacingan pada Siswa SD

9/11/2021 | 18:28 WIB

Bagikan:

 

Puskesmas Biji Nangka Gelar Survey Prevalensi Kecacingan pada Siswa SD

INSTINGJURNALIS.com - Puskesmas Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai menggelar survey prevalensi kecacingan yang berlangsung di SD 188 Tomantang Desa Bonto Sinala dan 81 Katute Desa Barambang, Sabtu (11/9/2021). Total sampel yang diambil sebanyak 42 orang.


Surveilans Puskesmas Biji Nangka, Agus Salim mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana prevalensi kecacingan serta faktor resiko kecacingan pada anak.


"Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penentuan/penunjukan sekolah untuk dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Biji Nangka, ini merupakan hasil dari metode pengambilan sampel secara random sehingga terpilih dua sekolah dasar tersebut," ujarnya.


Sasarannya, yakni siswa SD kelas 3, 4 dan 5 dengan dengan jumlah 7 siswa dari masing-masing kelas juga dengan menggunakan metode random sesuai arahan Pemateri dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Makassar disaat pertemuan koordinasi. 


"Dalam pelaksanaan survey melibatkan peran dari petugas Pengelola kecacingan, Laboran serta pengelola Surveilans. Koordinasi yang optimal serta pendekatan secara persuasif kepada sasaran sebagai kunci dalam keberhasilan dari kegiatan yang dilakukan khususnya pengembalian pot yang berisi sampel tinja/faces dari siswa itu sendiri," kata Agus.


Diketahui kecacingan merupakan masalah kesehatan yang perlu penanganan serius terutama di daerah tropis karena cukup banyak penduduk (utamanya anak-anak) yang menderita kecacingan. 


Penyakit kecacingan dapat mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit dan terhambatnya tumbuh kembang anak karena cacing mengambil sari makanan yang penting bagi tubuh seperti protein, karbohidrat, dan zat besi yang dapat menyebabkan anemia. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan atau intelegensia anak.


Editor: Satria


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI