Penangkaran Jagung Hibrida di Tellulimpoe Sinjai Menuai Hasil, Petani Hasilkan 14 Ton Benih Unggul

10/20/2021 | 13:34 WIB

Bagikan:

Satria

INSTINGJURNALIS.Com--Kegiatan hilirisasi dan inovasi jagung hibrida Kementerian Pertanian di Desa Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai, Rabu 28 Agustus 2021 lalu kini menuai hasil positif. Kerjasama Pemerintah Kabupaten Sinjai dengan Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) Balitbangtan di Maros, penangkaran tersebut sudah menghasilkan 14 ton benih jagung hibrida kualitas unggul.


Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sinjai, Kamaruddin mengatakan Penangkaran benih jagung hibrida yang berada di Desa Kalobba Kecamatan Tellulimpoe kini sudah menuai hasil panen yang memuaskan. Tercatat sebanyak 14 ton benih jagung telah tiba di Balitsereal. 


"Alhamdulillah, para petani kita sudah ada yang panen dan sampai saat ini berdasarkan laporan yang kami terima dari Balitsereal melalui Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih  Pertanian  di Maros,  itu sudah lebih dari 14 ton calon benih yang tiba di Balitsereal untuk dijadikan benih," kata Kamaruddin, Rabu (20/10/2021). 


Meski demikian, para petani juga sedikit mengalami kendala sebab ada diantara mereka yang juga salah panen sekitar 500 kg. Sebab,  para petani baru pertama kali melakukan panen calon benih jagung sehingga masih ada yang kurang memahami metode panen benih jagung hibrida. 


Adapun luas lahan penangkaran jagung hibrida di desa Kalobba saat ini seluas 35 hektar dari target 50 hektar. "Jadi panennya tidak bersamaan dan masih ada kelompok tani yang sementara menanam seluas 2 hektar, " bebernya. 


Namun disisi lain, Kamaruddin mengaku pemasaran benih tersebut tidak mengalami kesulitan, dengan kerjasama dengan salah satu perusahaan akan memudahkan petani akan mudah memasarkan hasil panennya. 


Keberhasilan penangkaran ini tidak lain berkat upaya sentuhan teknologi yang dilakukan Balitsereal. Petani kita juga tidak kesulitan memasarkan karena sudah bermitra perusahaan yang bergerak dibidang penangkaran yaitu CV Agro Lestari Mandiri," tuturnya. 


Terpisah, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) mengatakan, penangkaran benih jagung hibrida di Desa Kalobba diharapkan menjadi percontohan bagi desa lain yang ada di Sinjai.


“Saya berharap kepada petani dan penyuluh pertanian agar kerjasama dengan Balitsereal bisa kita manfaatkan betul, bukan cuma mengenai benihnya, tapi juga penerapan ilmunya dalam meningkatkan produksinya, ” harap Bupati ASA.


Lulusan Magister di Monash University Ausralia ini optimis Kabupaten Sinjai mampu menjadi pusat penangkaran varietas jagung hibrida di Sulsel. 


“Benih yang ditanam di Sinjai, alhamdulillah cukup berhasil. Insya Allah Kabupaten Sinjai akan menjadi sentra benih jagung. Dengan begitu, akan menjadi nilai tambah penghasilan petani sehingga juga akan meningkatkan kesejahteraan mereka, " tutupnya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI