Pengamat Sebut Andi Seto Asapa Terlihat tidak Merakyat Tapi Isi Kepala dan Niatnya Pro Rakyat

10/20/2021 | 20:51 WIB

Bagikan:

Satria


INSTINGJURNALIS.Com--Aktivis politik, Sudri S.sos menanggapi munculnya sejumlah sosok pemimpin di Kabupaten Sinjai, Sulawesi-selatan yang sedang menjadi perhatian publik dengan terlihat merakyat sehingga menyimpan kesan kedekatan dengan masyarakat. Di beberapa pemberitaan, sengaja disebar berbagai foto atau gambar sosok pemimpin yang terkesan merakyat.


Sudri menilai, dengan berbagai paradigma atau pandangan yang diulas menurutnya bahwa guna untuk meraih simpatik masyarakat tentulah tidak cukup dengan sikap dan gaya yang seakan dibuat buat agar terlihat dekat dengan rakyat atau dengan skenario-skenario yang sudah disusun rapi agar menampakkan sikap terkesan merakyat. Karena itu, hanya akan menciptakan kesan kemunafikan dan pembodohan buat rakyat dengan jangka panjang. 


Kata dia, ini bukan kali pertama. Sebelumnya, sejumlah rakyat menjadikan ukuran penglihatannya untuk dijadikan dasar menilai seseorang, dengan cara itu dimanfaatkan oleh segelintir pemimpin untuk menipu rakyatnya sendiri untuk meraih simpati.


"Secara tidak sadar, jika ada pemimpin seperti itu maka jelas hanya kemampuannya sebatas untuk menipu rakyat itu sendiri, karena untuk menjadi pemimpin itu tidak dengan cukup kelihaian untuk mendapatkan perhatian rakyat itu sendiri, tetapi pemimpin itu sangat dibutuhkan ilmu dan kecerdasan serta keseriusannya menciptakan kebijakan yang betul berpihak kerakyat dan rakyat itu sendiri terbukti menikmatinya," ungkap Sudri. 


Berbagai aksi sebelumnya membuat heboh media massa dan menuai perdebatan di sosial media. Ada yang menilai tindakan sosok pemimpin dengan mencontohkan seperti menerima pengunjuk rasa dengan gaya duduk bersama untuk mendapatkan kesan agar tercipta sebuah potret pemimpin merakyat dan sederhana.


"Itu hanya akan menampakkan kesan buruk bagi masyarakat itu sendiri, dimana publik sekarang sudah jenuh dengan lakonisasi pejabat negara karena sekarang banyaknya pemimpin yang terlihat merakyat, namun melahirkan kebijakan tidak pro rakyat," tambahnya. 


Sudri menjelaskan, bahwa tidak perlu berdebat soal aksi dan sederet gimik yang dilakukan oleh para pemimpin. Namun, pemimpin yang berpenampilan merakyat bukan berarti kinerja kepemimpinannya otomatis pro kepada rakyat. Dan untuk menilai keberhasilan seorang pemimpin bukanlah diukur dari penampilannya, melainkan dari produk kebijakannya dan keberpihakannya kepada rakyat.


"Kita mengambil contoh kongkritlah di Sulawesi-selatan, yakni salah satu kabupaten kecil yang memiliki 9 kecamatan (Sinjai) dimana tentu dengan luas wilayah itu hanya dapat menciptakan pendapatan daerah yang terbatas," katanya. 


"Tetapi karena kemahiran dan kecerdasan pemimpinnya sehingga sejumlah kebijakan dilahirkan betul-betul dirasakan oleh rakyat itu sendiri. Contoh layanan publik yang gratis, layanan kesehatan yang gratis, biaya pendidikan dibantu serta perhatian terhadap kesejahteraan tokoh agama dan semua terbukti, dilakukan oleh kebijakan yang dilahirkan oleh pemimpin daerah itu," jelasnya. 


"Nah ini bukti pemimpin dimana terlihat tidak merakyat tapi isi kepala dan niatnya pro rakyat," kata Sudri kembali menambahkan. 


Selain itu menurut Sudri,  terlalu jauh mengambil contoh Bung Karno. Dia tidak hanya dikenal sebagai proklamator Indonesia. Tapi juga dikenal dengan gaya hidupnya yang modis, elegan dan nyentrik. Kacamata hitam, peci hitam dan kolektor mobil antik begitu identik dengan dia. 


Secara penampilan dia terlihat idak merakyat tetapi coba kita lihat isi kepala, kebijakan dan warisannya selama berkuasa. Soekarno begitu gigih memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan kedaulatan Bangsa. Dia ingin Indonesia mandiri secara ekonomi.


"Dengan sederet fakta yang kita ketahui bahwa Kabupaten Sinjai yang dipimpin oleh Andi Seto Asapa, mendapatkan kepercayaan oleh pemerintah pusat mendapatkan dana DAK yang tertinggi di Sulsel, dan juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakatnya di tengah badai pandemi covid 19, dengan berbagai program yang patut dicontoh beberapa kabupaten lainnya," tegasnya.


Kemudian ditutup Sudri, dengan kondisi saat ini rakyat kita sudah mulai pintar dan tidak mudah ditipu dengan beberapa skenario-skenario yang hanya dijadikan dasar penglihatan yang menarik tetapi rakyat butuh kerja nyata dari pemimpin itu sendiri. 

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI