Pasca Pengeroyokan di Kampus STIA Prima Bone, Korban Potensi Cacat Permanen

11/22/2021 | 21:57 WIB

Bagikan:

Musriandi


INSTINGJURNALIS.Com--Seorang pemuda berstatus mahasiswa, Irfan yang menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di Kampus STIA Prima Bone Jalan Urip Sumoharjo, Sabtu 20 November 2021 harus menahan rasa sakit sekujur tubuhnya. Yang paling parah, korban mengalami luka di bagian kepala.


Irfan menceritakan, pasca pengeroyokan itu korban mengalami luka yang berarti pada bagian kepala hingga harus menahan rasa sakit. Bahkan, korban susah untuk tidur nyenyak.


"Kepala bagian belakang saya sangat sakit, saat baring rasa sakit itu muncul, saya tidak tau apakah ini akan sembuh atau tidak," kata Irfan menceritakan pasca insiden itu, Senin (22/11/2021).


Selain itu, pada bagaian telinga juga mengalami luka memar setelah dihantam bogem mentah dan ditendang. Tak hanya itu, korban juga mengalami sakit pada bagian dada. Bahkan, saat ini korban sering mengalami mual-mual.


 "Saya sering mual-mual akibat luka di bagian dada," tambahnya.


Sebelumnya, beredar video pengeroyokan di Kampus STIA Prima Bone Jalan Urip Sumoharjo, Sabtu 20 November 2021. Korban, Irfan Lukman dikeroyok belasan orang di halaman kampus tersebut.


Orang tua korban, Lukman mengaku, anaknya sejak beberapa hari ini selalu diteror. Bahkan diancam akan dibunuh.


“Ini perencanaan. Ada upaya pelaku menghilangkan nyawa Irfan karena awalnya pihak pelaku bersama rekannya melakukan teror terhadap korban,” ungkapnya.


Lukman mengaku dari keterangan anaknya, pelaku merupakan kelompok dari Lamappatunru.


“Mereka dari kelompok Mappatunru. Bahkan mengancam akan menghabisi korban setelah beberapa hari pelaku bersama teman-temannya menggunakan penutup kepala dan masker masuk kekampus dan langsung mengeroyok anak saya,” ucapnya.


Ia juga mengaku telah melaporkan kasus ini ke polisi.


”Saya minta keadilan. Pelaku harus diproses hukum,” kuncinya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI