Tekan Stunting, Pemkab Sinjai Bahas Pengukuran dan Publikasi Data

11/19/2021 | 16:39 WIB

Bagikan:

 Tekan Stunting, Pemkab Sinjai Bahas Pengukuran dan Publikasi Data

INSTINGJURNALIS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terus melaksanakan berbagai upaya intervensi dalam menekan angka stunting di Kabupaten Sinjai.


Salah satu intervensi penurunan stunting terintegrasi yang dilaksanakan oleh Kabupaten Sinjai adalah Aksi ke 7 yaitu pengukuran data dan publikasi stunting.


Pertemuan publikasi hasil pengukuran data stunting adalah upaya Pemkab Sinjai untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan Puskesmas, Kecamatan dan hingga Desa. 


Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pertemuan Wisaja Sanjaya, resmi dibuka oleh Kepala Bappeda Sinjai, Irwan Suaib, Jumat (19/11/2021).


Dalam sambutannya, Irwan menyampaikan, salah satu sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang Kesehatan 2020-2024 adalah meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat dengan menurunkan prevalensi stunting, pada anak balita (anak umur dibawah 2 tahun) menjadi hanya 19 persen di tahun 2024. 


Karena itu, kebijakan penanggulangan stunting antara lain diarahkan melalui strategi intervensi gizi sensitive dengan keterlibatan Intas sektor yang dilakukan dengan berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan separti penyediaan air bersih, sanitasi, pendidikan gizi, serta ketahanan pangan dan gizi.


Selanjutnya dilakukan pula dengan pendekatan strategi Intervensi Gizi Spesifik melalui peningkatan upaya perbaikan gizi masyarakat dengan pendekatan confinuum of Care yang dilakukan pada setiap siklus kehidupan terutama sejak 1000 hari pertama kehidupan.


"Dengan demikian kegiatan pembinaan gizi masyarakat bertujuan meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan gizi keluarga untuk meningkatkan status gizi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita yang dilakukan melalui kegiatan promotif, preventif dan kuratif," kata Irwan.


Secara garis besar tujuan dari pengukuran dan publikasi stunting antara lain, pertama, mengetahui status gizi anak sesuai umur, sehingga dapat memantau kemajuan tumbuh kembang anak secara berkala.


"Pertemuan hari ini dimaksudkan untuk menyampaikan atau publikasi hasil pengukuran status gizi stunting di Sinjai sebagai bagian kegiatan dari 8 aksi konvergensi dalam rangka pencegahan stunting di Kabupaten Sinjai. Dan diharapkan menjadi sarana untuk sharing informasi untuk pencapaian indikator SDG di Sinjai," kuncinya.


Pertemuan ini menghadirkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Provinsi Sulsel, H Muh Husni Thamrin sebagai narasumber.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI