BPBD Sinjai Bergerak Cepat Tangani Longsor di Desa Baru

2/12/2022 | 16:21 WIB

Bagikan:

 

BPBD Sinjai Bergerak Cepat Tangani Langsor di Desa Baru

INSTINGJURNALIS.com - Bencana tanah longsor terjadi di dusun Bua desa Baru Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai pada Jumat (11/2/2022)  sekira pukul 22.00 Wita.


Akibatnya ruas jalan penghubung antara Sinjai Selatan dan Sinjai Tengah putus akibat tertutupi material longsoran berupa tanah yang jatuh dari arah pebukitan.Tidak hanya itu dua unit rumah warga setempat ikut tertimbun longsoran. 


Kepala BPBD Sinjai Budiaman mengatakan bahwa setelah mendengar informasi tersebut,  Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) memintanya untuk segera melakukan evakuasi di lokasi kejadian. 


Untuk saat ini, pihaknya  tengah menurunkan personilnya untuk mengevakuasi longsoran dan pohon tumbang yang menimpa rumah warga.


Sedangkan warga pemilik rumah tersebut masing-masing atas nama Hamira dan Suaedi yang saat ini dalam keadaan selamat.


Sementara longsor yang menutupi ruas jalan masih menunggu alat berat dari Dinas PUPR sebab ketebalan longsoran mencapai 10 meter dengan menutupi bahu jalan sekitar 25 meter.


"Kami kesulitan untuk membersihkan material longsor sehingga Pak Bupati telah memerintahkan PUPR untuk menggerakkan alat berat atau eskavator ke lokasi longsoran. Mudah-mudahan alat berat ini segera tiba dilokasi," jelasnya. 


Selain itu, Dinas Sosial juga telah bergerak dengan membawa bantuan untuk korban tanah longsor dan mencarikan solusi bersama Pemerintah Desa untuk membangun kembali rumah korban.


Terkait hal ini, Bupati ASA menyampaikan rasa prihatin kepada warga yang terkena dampak tanah longsor dan menghimbau warga untuk tidak panik atas bencana ini namun tetap mengharapkan warga untuk tetap waspada kemungkinan terjadinya longsor susulan jika intensitas hujan cukup tingi. 


"Kami harap kepada warga untuk tetap waspada jika cuaca buruk dan segeralah mencari tempat yang aman jika tanda-tanda akan terjadinya longsor serta segera menghubungi instansi terkait atau pemerintah setempat," harap ASA.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI