Belum Tuntas di Polda Sulsel, Kini BPNT kembali Dikeluhkan KPM

4/25/2022 | 21:04 WIB

Bagikan:

Rival Efendy


INSTINGJURNALIS.Com--Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Sinjai saat ini tengah bergulir di Polda Sulsel, polisi mengaku menunggu hasil audit BPK. Meski begitu, sejumlah permasalahan masih ditemukan.


Selain ditemukan adanya item pembagian kebutuhan pokok kepada warga miskin alias KPM keluarga penerima manfaat tidak layak konsumsi, juga disinyalir adanya selisih harga. Fakta ditemukan, KPM yang seharusnya menerima bantuan sembako dengan nilai Rp 200 ribu, diduga ada pengurangan nilai hingga Rp 50 ribu sehingga masyarakat diperkirakan hanya menerima Rp 150 ribu jika diuangkan.


Salah satu warga Kecamatan Sinjai Timur, AG menjelaskan, dirinya menerima bantuan BPNT beberapa kali tahun ini. Namun, dirinya mengaku bahwa tidak bisa berbuat banyak untuk belanja sembako sesuai kebutuhannya. Pasalnya, nilai 200 yang masuk ke rekeningnya diwajibkan belanja ke salah satu agen yang ada di areanya.


"Saya sudah beberapa tahun terdaftar sebagai warga penerima bantuan BPNT, hanya saja dana tersebut tidak bisa kami belanjakan sesuai kebutuhan, karena kami diarahkan ke salah satu agen di wilayah kami untuk menukar bahan pokok, seperti ikan kering yang sudah digoreng campur kacang yang dikemas, beras dan telur serta ikan kaleng," katanya.


"Kadang kami mengambil salah satu itemnya yang tidak sesuai kebutuhan. Bahkan, setelah kami menukarkan tersebut ke agen, salah satu item bantuan kami berikan ke orang lain karena jenuh makan itu itu terus," katanya menambahkan.


Terpisah, warga Kecamatan Tellulimpoe, FA juga mengatakan bahwa dirinya menerima item pembelian yang tidak cukup 1 rak telur dan beras 10 kilo, bahkan kadang tidak layak dikonsumsi.


"Jadwal pencairan BLT kami itu tidak menentu, kadang 1 bulan dan kadang 3 bulan bahkan hingga 6 bulan, itupun kadang kami terima telur busuk dan tidak cukup 1 rak padahal dana yang ada di rekening kami itu 200 ribu tidak sesuai dengan barang yang kita terima di agen," ungkapnya.


Dinas Sosial Kabupaten Sinjai yang dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan selama berita ini diturunkan.


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI