Komisi III DPRD Sinjai Tuntaskan Polemik Objek Wisata Tahura

5/10/2022 | 23:25 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.Com--Menidaklanjuti aspirasi masyarakat yang tergabung Aliansi Solidaritas Borong Melawan terkait dugaan pungutan liar (pungli) retribusi masuk di objek wisata Tahura Abdul Latif, Komisi III DPRD terjun langsung untuk menyelesaikan masalah. Hasilnya, penarikan retribusi objek wisata yang sempat disoal akhirnya ditemukan solusi. 


Anggota Komisi III DPRD, Andi Jusman membeberkan bahwa dalam kunjungan itu dilakukan dialog bersama Kadis Pariwisata, pembawa aspirasi serta pemilik wisata pribadi.


Dalam dialog tersebut disepakati loket penarikan retribusi akan dipindahkan ke pintu masuk Tahura sesuai permintaan pembawa aspirasi.


"Setelah berdialog, mereka menyepakati loket penarikan retribusi akan dipindahkan ke pintu masuk tahura dan kesepakatan itu juga sesuai permintaan pembawa aspirasi dan terkait tempat wisata milik pribadi juga sudah ditutup dan sudah tidak beroperasi sejak tadi," katanya melakukan kunjungan lokasi ke objek wisata Tahura Abd Latif di Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong, Selasa (10/05/2022).


Andi Jusman berharap agar pengelolaan Tahura bisa lebih ditingkatkan lagi agar bisa memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sinjai.


"Tentunya kami berharap tempat wisata yang ada di Kabupaten Sinjai bisa dikelola dengan baik agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan," harapnya.


Sementara itu, Kadisparbud Drs. Yuhadi Samad membenarkan dari hasil dialog, pos penarikan retribusi telah digeser kedalam lokasi wisata.


"Keputusan tersebut langkah terbaik demi kepentingan semua pihak tanpa ada yang dirugikan," ungkapnya.


Dia berharap semua objek wisata terbuka bagi siapa saja, termasuk dalam memberikan masukan demi kemajuan dalam pengembangan objek wisata di Kabupaten Sinjai.


Pihaknya mengapresiasi anggota DPRD Sinjai yang telah tanggap dan siap terjun langsung ke lapangan menindaklanjuti dan membantu menyelesaikan persoalan ini.


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI