Kasus Dana Umat Sinjai Menggelinding, Penerima Insentif Dipaksa Mengaku Terima Dana, Terduga Pelaku Mulai Tertekan

7/12/2022 | 17:13 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.Com--Sejumlah masyarakat mulai menyoroti prilaku sejumlah Aparat Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Sinjai di bawa kepemimpinan pasangan Andi Seto Asapa dan Andi Kartini Ottong.


Bagaimana tidak, kabar perilaku korupsi satu persatu terungkap di internal pemerintahan, mulai setoran fee hingga pemangkasan dana rakyat kecil, yakni pemotongan insentif guru mengaji, penjaga kubur hingga imam mesjid juga menjadi sasaran rampokan.


Menurut salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Sinjai Timur, Rahim menjelaskan, perilaku sebagian pejabat di Sinjai sudah kelewatan, bahkan dana rakyat kecil juga ditilap. Kata dia, inilah efek jika hukum sudah tidak bisa lagi ditegakkan


"Kasihan itu guru-guru mengaji atau penjaga kuburan dimana seharusnya insentif yang berjumlah kecil itu seharusnya dinikmati, malah menjadi sasaran pemanfaatan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingannya," ungkapnya.


Sebelumnya terkuak, modus operandi proses kasus insentif tokoh agama di Pemerintahan Kabupaten Sinjai, yang merupakan salah satu program unggulan Bupati Sinjai Andi Seto Gadista Asapa. Program tersebut digelontorkan dana miliaran rupiah setiap tahunnya, namun dinikmati sejumlah oknum ASN dengan cara memanipulasi sejumlah data.


Sementara itu, salah satu guru mengaji dan tukang penggali kuburan yang tidak mau disebutkan namanya saat ditemui mengakui bahwa dirinya pernah dipanggil oleh seorang berpakaian dinas. Dalam pertemuan itu dia diminta mengaku benar telah menerima insentifnya dan lancar. Padahal dirinya hanya baru beberapa kali menerima insentif itu.


"Sebenarnya saya tidak mau tanda-tangan atau mengakui bahwa pernah menerima insentif dengan lancar, hanya saja pihak pegawai ini menyarankan agar saya mengakuinya karena kelak akan ada yang datangi untuk pertanyakan kasus insentif tersebut," ungkapnya.


Diketahui sebelumnya, kasus ini sudah melewati proses hukum di Polres Sinjai dan memeriksa sejumlah saksi. Bahkan beberapa yang diduga terlibat menikmati dana tersebut juga akan diproses.


Hasil penelusuran instingjurnalis.com untuk sementara, selain menemukan pengakuan dari ND, ternyata aliran dana yang ada di Kesra Setdakab Sinjai dinikmati sejumlah pejabat. Selain itu, juga terdapat dugaan dana tersebut membiayai sejumlah kegiatan yang diluar dari ketentuan pos anggaran alias untuk kepentingan pribadi. Hanya saja ND enggan terbuka karena dirinya mengaku takut dipecat.


"Dana yang saya ambil itu sebenarnya bukan saya sendiri yang menikmati, selain juga diambil oleh HA juga membayarkan kredit mobilnya, juga ada yang lain saya takut ungkapkan karena nanti saya dipecat," ungkapnya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI