Wow, Dugaan Korupsi Dana Program Umat di Sinjai Diwarnai Pemalsuan Tanda-tangan

7/08/2022 | 14:02 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.Com--Kasus dugaan korupsi insentif tokoh agama alias dana ummat di Kabupaten Sinjai saat ini bergulir di kepolisian setempat. Terbaru, terduga pelaku utama DN diduga menjalankan aksinya untuk mengambil keuntungan dengan memalsukan tanda tangan.


Hal itu berdasarkan penelusuran instingjurnalis.com, menemukan fakta mengarah adanya penandatangan palsu. Salah satu sumber, menjelaskan bahwa dalam proses dugaan perampokan uang negara tersebut, ND diduga menggunakan cara pemalsuan tanda tangan dimana manfaatkan sejumlah orang yang ada disekitarnya alias honorer.


Termasuk lanjut sumber tersebut, pemalsuan tanda tangan Kabag Kesra tanpa sepengetahuannya, salah satu PPTK dengan sepengetahuannya yang dituangkan dalam bentuk Amprah pencairan dana kegiatan tersebut.


Tak sampai disitu, DN selaku bendahara pembantu diduga bekerjasama dengan Bendahara Umum SM untuk memuluskan hajatannya dalam proses pencairan manual yang berbentuk sehelai cek di BANK Sulselbar cabang Sinjai sebagai mitra keuangan pemerintah.


Lebih lanjut, dana yang ditilap itu diduga dinikmati sejumlah oknum ASN yang aktif di OPD diluar Kesra Setdakab Sinjai, termasuk membiayai sejumlah hajatan oknum ASN hingga ratusan juta rupiah. Bahkan dana insentif keagamaan tersebut sebagian digunakan untuk memenuhi keinginan oknum ASN tersebut, salah satunya inisial SF.


"Saya terasa dihipnotis, oleh si ASN tersebut, saya dimintaki dana sebelumnya untuk kebutuhannya, kadang saya kirimkan melalui rekening BRI yang dipegangnya, bahkan setelah saya mendapatkan masalah malah ASN ini marah dan kemudian saya desak dia sempat kembalikan dana sebagian senilai 20 juta," kata sumber tersebut.


"Setelah itu sejumlah barang dia kembalikan, dan mengatai saya dalam bentuk pesan WatshAap nya, kenapa kita cerita semua rahasia ke orang lain, padahal saya niat membantu dalam persoalan ini," ungkap salah satu sumber yang sempat mengetahui percakapan DN alias teman curhatnya.


Bahkan diketahui diduga pelaku korupsi ini memiliki latar belakang gaya hidup yang kebarat-baratan dan dikabarkan membiayai oknum ASN yang menurutnya menekan perasaannya.


Kasat reskrim AKP, Abustam.SH.MH, membenarkan bahwa dugaan penyimpangan itu sudah ditangani dan sementara memeriksa sejumlah pegawai (ASN) di instansi pemerintahan tersebut, termasuk sejumlah PPTK dan bendahara serta sejumlah pegawai yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.


"Kami sementara memproses kasus tersebut dan akan terus melakukan pengembangan dan untuk sementara kami berkordinasi dengan pihak Inspektorat dan keras adanya kerugian negara," ungkapnya.


Abustam menegaskan akan tetus melakukan pengembangan kasus tersebut. Termasuk menemukan adanya dugaan aliran dana yang mengalir ke beberapa oknum.


"Kami akan ekspos kasus ini dan kemudian akan dilanjutkan proses pengembangan, terkait dugaan kerugian negara itu sudah jelas ada, kami sementara proses," ungkapnya.


Sementara itu, aktivis hukum Dedi Rawan. SH berharap agar pihak penegak hukum membongkar keterlibatan oknum ASN yang turut menikmati dana tersebut sesuai  beberapa bukti petunjuk. Menurutnya, kasus tersebut penuh dengan konspirasi dan tidak menutup kemungkinan masih ada orang besar dibalik kasus tersebut.


"Kami berharap agar pihak Tipikor Polres Sinjai membongkar sampai penikmat dana haram tersebut, pasalnya melihat perjalanan kasus ini, tidak ada alasan pihak penyidik tidak membongkar kedok orang-orang yang ikut serta," katanya.


Dan membongkar otak pelaku hingga adanya hubungan emosional yang ketat terhadap pelaku. Karena ND bisa saja melakukan hal tersebut karena adanya motivasi perasaan yang menuntunnya sehingga tertekan melakukan penyimpangan itu untuk membiayai kebutuhannya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI