Jelang Anggaran Perubahan 2022, Pemerintah Sinjai Ciptakan Inovasi Baru Tekan Kemiskinan, Efektifkah?

9/07/2022 | 22:48 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.Com--Pemerintah setempat mengaku beberapa tahun belakangan tren angka kemiskinan di Kabupaten Sinjai terus mengalami penurunan. 


Hal itu disampaikan melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sinjai, Irwan Suaib mengatakan, jika dari data beberapa tahun terakhir angka kemiskinan di Sinjai pada tahun 2018 berada di angka 9,28 persen, kemudian pada tahun 2019 turun menjadi 9,14 persen. 


Setahun kemudian, pada tahun 2020 angka kemiskinan kembali penurunan menjadi 9,00 persen. Sementara tahun 2021 berada di diangka 8,84 persen.


Adapun menurutnya sesuai tesis dan kajian secara akademik dalam sistem perekonomian terdapat evaluasi dari berbagai upaya dilakukan pemerintah Kabupaten Sinjai guna untuk menekan angka kemiskinan itu


Seperti di tahun ini, memasuki tahap evaluasi penggunaan anggaran perubahan tahun 2022 pemerintah menciptakan program baru untuk terus dilakukan secara bersama-sama. 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tugas ternyata melaksanakan program secara sendiri-sendiri.


"Termasuk data yang dimiliki tidak terintegrasi antara satu OPD dengan OPD lainnya. Misalnya, data Dinas Sosial tidak terintegrasi dengan data yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Begitupun dengan OPD lainnya," katanya.


Irwan Suaib mencetuskan inovasi Sibantuki (Sinjai Bersatu dan Terintegrasi Tanggulangi Kemiskinan). Gagasan cemerlang untuk menekan angka kemiskinan ini dilakukan dengan berbasis aplikasi satu data.


Inovasi Sibantuki yang merupakan proyek perubahan dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan II oleh Kepala Bappeda Sinjai ini mulai disosialisasikan di Kantor Desa Baru, Sinjai Tengah sebagai lokus pertama.


"Dikemas dengan kegiatan Tudang Sipulung yang dihadiri Aparat Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda,  dan lainnya," tambahnya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI