Aparat Kepolisian Gencar Sosialisasi, Oknum Petugas Malah Diduga Lakukan Pungli Tarif Parkir RSUD Sinjai

11/16/2022 | 22:06 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.COM
-- Aparat kepolisian belum lama ini gencar melakukan sosialisasi agar para pengunjung tidak memarkir kendaraannya di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai. Namun, upaya itu justru dinodai oleh oknum petugas palang pintu RSUD yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada pengunjung. 


Peristiwa ini terjadi pada Rabu malam, (16/11/2022). Seorang pengunjung asal Kecamatan Sinjai Timur, Saiful mengeluh karena diperlakukan tidak transparan saat ingin keluar dari area parkir RSUD Sinjai. 


Kejadian ini bermula saat ia menyerahkan karcis parkir ke petugas palang pintu. Sontak petugas yang berjaga meminta tarif Rp3 ribu. Dia pun kaget dan komplain karena baru sekitar 10 menit memarkir kendaraan dan diminta tarif senilai itu. 




Atas komplainnya, petugas kembali meminta tarif Rp1 ribu. Saiful pun mempertanyakan perilaku oknum itu. Sebab, perubahan nilai tarif yang harus dibayar terkesan ditebak saja. Terlebih lagil, beberapa hari sebelumnya juga dia parkir di RSUD dan durasinya lebih dari 10 menit namun dia tidak dimintai tarif parkir. 


"Petugas minta Rp3 ribu tapi saya protes karena baru beberapa menit di rumah sakit, lalu dia bilang Rp1 ribu saja, kenapa bisa seperti ini, sebelumnya saya tidak membayar kalau hanya sebentar parkir, berarti petugas hanya menebak-nebak besaran tarif yang harus dibayar," kata Saiful.


Selain itu, dia meminta bukti pembayaran, petugas malah berdalih tidak bisa tercetak. Alasannya karena bukti pembayaran tidak bisa terbaca. Atas alasan itu, dia mensinyalir praktik pungli sangat berpotensi dilakukan.


Apalagi, rekannya yang menggunakan kendaraan roda empat dan lebih dulu masuk di parkiran rumah sakit namun hanya dimintai tarif Rp2 ribu. 


Dia pun menyesalkan kejadian ini. Dia meminta Direktur RSUD Sinjai untuk mengevaluasi hal ini. Apalagi, para pengunjung selalu diarahkan untuk memarkir kendaraannya di area yang telah ditentukan, malah petugas memanfaatkan momentum ini.


"Kalau dilihat besaran tarifnya memang kecil, tapi kalau ini dilakukan ke sejumlah pengunjung pasti akan besar penghasilannya," tambahnya. (satria)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI