Publik Menilai Pembangunan Drainase Perkotaan di Sinjai Terkesan Buang-buang Anggaran Miliaran Rupiah

Drainase di Jalan Gunung Lompobattang, Kecamatan Sinjai Utara. (tol)

INSTINGJURNALIS.COM -
Pembangunan sistem drainase perkotaan adalah merupakan jenis bangunan yang dapat mewujudkan harapan publik untuk mewujudkan kota bersih dari genangan air dipermukaan kota, namun hal itu berbanding terbalik di Daerah Kabupaten Sinjai.


Pusaran Kota Kabupaten Sinjai jika intensitas hujan tinggi, genangan air dipermukaan kota nampak menenggelamkan sejumlah permukaan fasilitas publik.


Terpantau sebelumnya di sejumlah titik kota terjadi genangan air tinggi ketika musim hujan tiba, tentu hal itu bagian dari kegagalan polarisasi dan peletakan sistem pembangunan drainase perkotaan yang buruk.


Hakim, salah seorang tokoh masyarakat Sinjai, menjelaskan hampir setiap tahun Pemerintah Kabupaten Sinjai menggelontorkan anggaran hingga miliaran rupiah untuk membangun sistem drainase perkotaan.


Hanya saja itu menjadi isapan jempol semata dan hanya menghamburkan anggaran negara. Pasalnya, anggaran yang diepruntukkan itu tidak berhasil mewujudkan harapan publik, untuk menghilangkan genangan air di sejumlah titik kota ketika intensitas hujan tinggi.


Baca juga: Birokrat Tulen Andi Rosman Mulai Suarakan Genderang Politiknya di Wajo


"Seharusnya pihak pemerintah harusnya lebih cerdas meletakkan posisi pembuangan air perkotaan dan jangan hanya terkesan hambur-hambur dana miliaran rupiah saja dengan alasan membangun drainase untuk menghilangkan genangan air dipermukaan akses publik, karena ini fakta terjadi disetiap tahunnya," ungkapnya, Selasa (3/1/2023).


Tak luput dari pantauan baru-baru ini, tahun 2022 Pemerintah menggelontorkan anggaran hingga miliaran rupiah untuk membangun drainase pembuangan massa air secara alami dari permukaan atau bawah permukaan dari suatu tempat.


Namun hal itu tidak sesuai dengan harapan karena drainase merupakan bagian penting dalam penataan sistem air di bidang tata ruang terdapat hasil pembangunan drainase hanya menjadi penampung air dan tidak berfungsi sebagai pembuangan.


Padahal diketahui pembangunan sistem drainase perkotaan dinas PUPR Sinjai menelan anggaran miliaran rupiah guna membangun saluran pembuangan kota oleh CV Bangun Inti Nusantara dengan harga kontrak Rp1.131.682 191 00. Hanya saja terlihat hasil pekerjaan terlihat menjadi penampung air dan bahkan terkesan dibangun dengan asal-asalan dan nampak jelas bangunan tersebut terdapat disejumlah titik serta di pusaran jalan Gunung Lompobattang, Sinjai Utara.


Baca juga: Selain Dikategorikan Daerah Darurat Narkoba, Kabupaten Bone Berhasil Masuk Nominasi Pemilik Penduduk Termiskin di Sulsel


Menanggapi Kepala Dinas PUPR Sinjai H. Haris Achmad, menjelaskan bahwa tahun depan akan melakukan evaluasi wilayah perkotaan dan melihat masih banyak drainase perkotaan yang cukup bermasalah


"Insya Allah tahun ini 2023 kami kembali akan melakukan evaluasi di sistem pembuangan perkotaan dan tentu akan membutuhkan anggaran besar dan memang terdapat masalah pembangunan drainase perkotaan," ungkapnya singkat. (Satria)


Bagikan :
RajaBackLink.com