INSTINGJURNALIS.COM, SINJAI, – Sebanyak 127 petugas lapangan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai dikerahkan untuk menangani virus flu burung (Avian Influenza/AI) di delapan kecamatan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi sektor peternakan unggas sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.
Mereka melakukan vaksinasi, penyemprotan disinfektan dan pemberian vitamin untuk unggas. Obat-obatan ini berasal dari bantuan yang diterima Bupati Sinjai Hj Ratnawati Arif.
Kepala DPKH Sinjai, Syamsul Alam mengatakan, petugas di lapangan melaksanakan sejumlah kegiatan, antara lain pemberian vaksin AI pada unggas di wilayah bebas (zona hijau), penyemprotan disinfektan di lokasi rawan penyebaran virus, dan pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan ternak.
Pemetaan zona merah, kuning, dan hijau sebagai dasar penanganan sesuai kondisi daerah. Untuk zona merah (tertular) dilakukan biosecurity ketat berupa isolasi dan karantina hewan sakit, dekontaminasi, desinfeksi, serta komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE).
Lalu, zona kuning (rawan), diterapkan biosecurity dan KIE untuk mencegah penyebaran. Sementara, zona hijau (bebas) dengan diprioritaskan vaksinasi, KIE, serta biosecurity di daerah perbatasan dan lokasi berisiko seperti sungai, pasar, peternakan unggas komersial, Tempat Penampungan Sementara (TPS), dan Tempat Pemakaman Umum (TPU).
“Hanya daerah zona hijau yang kita prioritaskan vaksinasi sebagai upaya pencegahan karena belum terkontaminasi virus flu burung,” ungkapnya, Selasa (13/10/2026).
Sebanyak 127 petugas lapangan dikerahkan dengan tugas meliputi vaksinasi, desinfeksi, KIE, serta administrasi dokumentasi dan pelaporan.
Dengan langkah terpadu ini, Pemkab Sinjai berharap penyebaran virus flu burung dapat ditekan dan sektor peternakan tetap terjaga, sehingga masyarakat tidak mengalami kerugian ekonomi maupun ancaman kesehatan.
Diketahui, Pemkab Sinjai menerima bantuan 150.000 dosis vaksin, disinfektan hingga alat pelindung diri (APD) diterima dari Kementerian Pertanian RI melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros.
Bantuan ini pun diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menangani virus flu burung yang tersebar di delapan kecamatan. Hingga 12 Oktober 2026, kasus kematian ayam yang terdampak dilaporkan mencapai sekitar 4.940 ekor dan tersebar di 23 desa pada tujuh kecamatan. (*)
Editor : INSTING JURNALIS
- SIMAK BERITA & ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
- BERLANGGANAN DI CHANNEL WHATSAPP

Komentar0